Aktivitas dapur produksi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan bukan hanya ketelitian dalam mengolah makanan, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Sebanyak 33 peserta dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, mendapat pembekalan dan keterampilan pencegahan serta penanganan kebakaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di lingkungan dapur produksi.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Candipuro, Kamis (1/10/2026), tersebut membekali para peserta dengan pengetahuan mengenai potensi penyebab kebakaran, langkah pencegahan hingga tindakan awal ketika api muncul.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan M. Sefri Masdian mengatakan, pelatihan tersebut penting karena dapur MBG memiliki aktivitas memasak dalam kapasitas besar dengan penggunaan kompor berintensitas tinggi dan tabung gas.
Menurutnya, kondisi tersebut memiliki potensi risiko kebakaran apabila aspek keselamatan tidak diperhatikan dan diantisipasi sejak awal.
"Masalah pada selang saluran gas LPG atau kebocoran pipa saat penggantian tabung gas seperti di area kompor atau ruang oven pengering, sering menjadi pemicu utama munculnya api," jelas Sefri.
Selain kebocoran gas, potensi kebakaran juga dapat berasal dari instalasi listrik maupun perangkat elektronik yang digunakan di sekitar dapur.
"Selain itu, hubungan arus pendek pada perangkat elektronik atau instalasi listrik di sekitar dapur, seperti pendingin ruangan (AC) atau peralatan dapur lain, juga pernah diidentifikasi sebagai sumber api," lanjutnya.
Karena itu, Sefri menekankan pentingnya kemampuan melakukan penanganan awal. Menurut dia, kecepatan bertindak ketika api masih dalam kondisi kecil dapat membantu mencegah kebakaran berkembang dan menimbulkan kerugian lebih besar.
"Kehadiran kami di sini guna memberikan pemahaman serta cara penanganan darurat kebakaran kepada para SPPG dan peserta lainnya. Agar jika pun hal itu terjadi, setidaknya para peserta sudah dapat mengetahui cara penanganan awal sehingga dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan," terangnya.
Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung teknik pemadaman api yang dapat terjadi di lingkungan dapur.
Peserta mendapat simulasi pemadaman api pada kompor gas serta penanganan api pada peralatan memasak seperti panci dengan menggunakan alat sederhana berupa kain basah.
Selanjutnya, peserta SPPG diperkenalkan dengan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR). Mereka mempraktikkan tahapan penggunaan APAR mulai dari membuka pengaman hingga mengarahkan dan menyemprotkan media pemadam ke sumber api.
"Kita juga berikan pelatihan cara menggunakan tabung APAR, mulai dari cara membuka kuncinya sampai dengan cara penyemprotannya. Hal ini kami lakukan agar mereka tidak ragu dalam bertindak jika terjadi kebakaran," kata Sefri.
Ia menegaskan bahwa tindakan cepat dan tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mengendalikan kebakaran pada tahap awal.
"Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan awal kebakaran sangat mungkin dapat meminimalisir kerugian yang ditimbulkan," tegasnya.
Korcam SPPG Candipuro, Made Arya, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan agar para petugas SPPG memiliki pemahaman dan keterampilan dasar ketika menghadapi kondisi darurat kebakaran.
"Tujuan diadakannya pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran ini adalah agar para SPPG memahami cara atau langkah penanganan darurat apabila terjadi keadaan darurat kebakaran," ujar Made.
Ia menyebut kegiatan tersebut telah direncanakan bersama Camat Candipuro dan Kapolsek Candipuro sekitar satu bulan sebelumnya.
"Kami bersama Bu Camat dan Pak Kapolsek sudah merencanakan kegiatan ini sekitar satu bulan yang lalu. Alhamdulillah hari ini terlaksana," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan M. Sefri Masdian, Camat Candipuro Sumiyati, Kabid Pencegahan Dinas Damkarmat Yus Baimbang Bilabora, serta Kapolsek Candipuro Iptu Ali Humaeni.
Setelah memberikan materi dan pelatihan praktik, jajaran Dinas Damkarmat bersama Camat Candipuro dan Kapolsek Candipuro juga meninjau langsung SPPG Bumi Jaya 2.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan dapat diterapkan di lingkungan dapur produksi MBG.
Dengan pembekalan tersebut, kesiapsiagaan tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari kemampuan mengenali potensi bahaya, mencegah risiko, dan mengambil keputusan cepat ketika kondisi darurat terjadi. (Jasmin)