Suara deru mesin dan deretan kendaraan American Jeep mewarnai Kabupaten Lampung Selatan. Ratusan pecinta Jeep dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) XIV Persatuan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI) Tahun 2026.


Tak sekadar menjadi ajang silaturahmi komunitas otomotif, kehadiran sekitar 850 peserta dengan 360 unit kendaraan tersebut menjadi momentum bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Jamnas XIV PPAJI resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Grand Elty Krakatoa, Kalianda, Sabtu (17/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 itu diikuti 35 klub dari berbagai wilayah Indonesia. Dari total kendaraan yang berpartisipasi, sebanyak 280 unit berasal dari luar daerah.


Menariknya, jambore berskala nasional tersebut juga diikuti peserta asal Belanda yang kini telah menjadi warga negara Indonesia dan berdomisili di Nusa Tenggara Barat.


Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah menjadikan Jamnas XIV PPAJI bukan hanya pertemuan komunitas otomotif, tetapi juga menjadi ruang promosi pariwisata Lampung Selatan.


Sejumlah agenda bahkan dirancang untuk membawa peserta menikmati langsung lanskap pesisir dan destinasi wisata yang dimiliki daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat tersebut.


Salah satu agenda utama adalah Karnaval Jeep Wisata. Ratusan kendaraan akan menyusuri jalur wisata mulai dari Grand Elty Krakatoa, kemudian melintasi kawasan pesisir Rajabasa menuju destinasi wisata Minang Rua, sebelum berakhir di Harbour City, kawasan Menara Siger, Bakauheni.


Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, perjalanan tersebut menjadi semacam etalase bergerak yang memperlihatkan kekayaan alam dan destinasi wisata daerah kepada peserta dari berbagai penjuru Indonesia.


“Rute ini bukan sekadar perjalanan konvoi kendaraan. Lebih dari itu, perjalanan ini merupakan etalase wisata yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan potensi Kabupaten Lampung Selatan,” kata Supriyanto.


Menurutnya, pengalaman peserta selama menjelajahi Lampung Selatan diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian jambore berakhir.


Dokumentasi berupa foto, video, maupun unggahan media sosial yang dibagikan para peserta berpotensi memperluas promosi destinasi Lampung Selatan secara organik kepada masyarakat di berbagai daerah.


Dengan pola promosi tersebut, dampak Jamnas diharapkan dapat berlangsung lebih panjang. Peserta yang pulang ke daerah masing-masing dapat menjadi bagian dari penyebaran informasi mengenai destinasi wisata Lampung Selatan.


Pada saat yang sama, meningkatnya aktivitas wisatawan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha lokal.


Mulai dari UMKM kuliner, usaha cendera mata, jasa transportasi, hingga berbagai usaha yang melayani kebutuhan wisatawan dapat memperoleh peluang ekonomi dari meningkatnya kunjungan.


Ketua WLC Koordinator Wilayah Lampung Selatan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Nivolin, mengatakan Jamnas XIV PPAJI membawa dua misi sekaligus, yakni mempererat silaturahmi sesama penggemar American Jeep serta ikut mempromosikan pariwisata dan mendukung UMKM lokal.


Berbagai kegiatan otomotif disiapkan untuk memeriahkan jambore. Peserta dapat mengikuti kontes Jeep, lomba jalan lambat, lomba dorong mobil, hingga aktivitas berkendara dengan konsep off-road ringan.


“Selain itu, bagi para peserta yang ingin menikmati kegiatan berkendara dengan konsep off-road, kita juga sediakan, tipis-tipis saja,” ujar Nivolin.


Konsep tersebut membuat Jamnas tidak hanya menjadi agenda komunitas, tetapi juga pengalaman wisata yang memadukan otomotif, petualangan, dan eksplorasi destinasi.


Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) PPAJI Provinsi Lampung, M. Jonas, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serta kolaborasi dengan Willys Lampung Community (WLC) dalam penyelenggaraan kegiatan.


Menurutnya, semangat utama Jamnas bukan semata-mata mengejar kemeriahan acara, melainkan membangun persaudaraan di antara para penggemar otomotif dari berbagai daerah.


“Yang utama bukan hanya kemeriahan acara, tetapi silaturahmi sesama penggemar otomotif. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama kita semua,” ujarnya.


Pembukaan Jamnas XIV PPAJI turut dihadiri Ketua Umum PPAJI Letnan Jenderal TNI (Purn) Mulyo Aji, Ketua Umum Willys Lampung Community Henry Kurniawan Yuza, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.


Ratusan Jeep yang bergerak dari satu destinasi ke destinasi lainnya secara tidak langsung membawa cerita tentang Lampung Selatan.


Bentang pesisir Rajabasa, kawasan Minang Rua hingga ikon Menara Siger menjadi bagian dari perjalanan yang dinikmati langsung oleh peserta.


Di sinilah Jamnas XIV PPAJI memiliki nilai strategis bagi pariwisata daerah. Sebuah kegiatan komunitas dapat berkembang menjadi sarana promosi ketika pengalaman peserta kemudian dibagikan melalui berbagai kanal media sosial.


Potensi tersebut semakin besar karena peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia. Jejaring komunitas yang terbentuk dapat menjadi saluran promosi yang terus bergerak bahkan setelah kegiatan berakhir.


Bagi pelaku UMKM, kehadiran ratusan wisatawan dalam waktu bersamaan juga menjadi kesempatan memperkenalkan produk lokal sekaligus membangun pasar baru.


Pada akhirnya, kemeriahan Jamnas bukan hanya diukur dari jumlah Jeep yang memenuhi jalur wisata atau ramainya agenda komunitas.


Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu meninggalkan dampak yang lebih panjang: destinasi semakin dikenal, wisatawan semakin tertarik datang, dan roda ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata ikut bergerak.


Lampung Selatan pun mendapatkan momentum untuk menunjukkan diri bukan hanya sebagai tempat persinggahan, tetapi sebagai salah satu tujuan wisata yang layak dijelajahi di Pulau Sumatra. (Jasmin)