Sarung tak hanya menjadi simbol yang lekat dengan kehidupan santri. Di Desa Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, sarung justru menjadi bagian dari suasana kebersamaan masyarakat saat memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Jalan Sehat Sarungan yang digelar Pemerintah Desa Cinta Mulya, Selasa pagi (20/10/2026). Beragam kalangan masyarakat ikut ambil bagian, berjalan bersama dengan balutan sarung sebagai identitas kegiatan sekaligus simbol semangat memperingati Hari Santri.
Kegiatan yang dipusatkan di sekitar Lapangan SDN 1 Cinta Mulya itu bukan sekadar aktivitas olahraga. Jalan sehat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu, bersilaturahmi, sekaligus membangun kebersamaan dalam suasana yang sederhana dan penuh kegembiraan.
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani Anwar, turut hadir dan melepas langsung peserta Jalan Sehat Sarungan.
Sebelum peserta bergerak meninggalkan lokasi, Rheny menyampaikan dua pesan penting yang menurutnya harus menjadi perhatian bersama selama kegiatan berlangsung.
Pesan pertama adalah menjaga ketertiban. Pesan kedua, mengutamakan keselamatan.
“Sebelum melepas keberangkatan peserta, ada dua pesan penting yang ingin saya sampaikan. Pertama, jaga ketertiban. Kedua, utamakan keselamatan, baik keselamatan diri sendiri, keluarga, maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Rheny.
Pesan tersebut menjadi penting karena peserta tidak hanya berjalan di lingkungan sekitar lokasi kegiatan, tetapi juga menggunakan jalan umum yang turut dimanfaatkan masyarakat lainnya.
Karena itu, semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Santri tetap harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Rheny juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam memeriahkan Hari Santri Nasional. Terlebih, kegiatan dikemas melalui aktivitas yang tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, Rheny kemudian secara resmi melepas peserta Jalan Sehat Sarungan.
“Bismillahirrahmanirrahim, Jalan Sehat Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 secara resmi saya lepas,” ucapnya.
Seruan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan peserta menyusuri rute yang telah disiapkan panitia.
Jalan Sehat Sarungan menjadi salah satu cara masyarakat Desa Cinta Mulya memaknai peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Jika biasanya peringatan Hari Santri identik dengan kegiatan keagamaan, pendidikan, maupun pesantren, kegiatan ini menghadirkan bentuk perayaan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sarung yang dikenakan peserta memberikan nuansa khas sekaligus memperkuat identitas kegiatan. Namun, lebih dari sekadar atribut, kegiatan tersebut menghadirkan pesan bahwa semangat santri juga dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian, kedisiplinan, dan pola hidup sehat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang interaksi lintas usia. Warga dapat berolahraga bersama, saling menyapa, dan mempererat hubungan sosial dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.
Bagi masyarakat, momentum Hari Santri tidak hanya dirayakan sebagai agenda tahunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah kehidupan desa.
Melalui Jalan Sehat Sarungan, Pemerintah Desa Cinta Mulya bersama masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati Hari Santri dapat hadir dalam berbagai bentuk.
Dari langkah-langkah kecil warga yang berjalan bersama, tumbuh pesan sederhana bahwa hidup sehat, tertib, saling menghargai, dan menjaga keselamatan merupakan bagian dari semangat membangun kebersamaan di tengah masyarakat. (Jasmin)