Pagi itu, suasana Desa Way Sari dan Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, terasa berbeda. Jalan lingkungan tampak lebih bersih, tanaman hijau menghiasi sudut-sudut desa, sementara semangat gotong royong masih terasa hidup di tengah masyarakat. Pemandangan inilah yang disaksikan langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat meninjau pelaksanaan Program Desa HELAU, Rabu (5/8/2026).


Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda monitoring. Bupati Egi ingin memastikan gerakan pembangunan berbasis masyarakat itu benar-benar berjalan sesuai tujuan. Setelah kurang lebih tiga bulan dilaksanakan, Program Desa HELAU mulai menunjukkan hasil nyata melalui perubahan wajah desa yang semakin hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.


Program Desa HELAU merupakan gerakan pembangunan terpadu yang mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, tertata, dan nyaman untuk dihuni.


Selama peninjauan, Bupati Egi berdialog langsung dengan pemerintah desa, kader PKK, Karang Taruna, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga warga setempat. Ia ingin mendengar secara langsung berbagai pengalaman, tantangan, serta perkembangan pelaksanaan program di lapangan.


Kesan mendalam dirasakan Bupati Egi saat tiba di Desa Rulung Raya. Menurutnya, perubahan yang terjadi melampaui ekspektasi.


"Saya jujur, demi Allah, tidak menyangka desa Bapak Ibu secantik ini. Luar biasa. Program ini benar-benar dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat," ujar Egi.


Menurutnya, keberhasilan Program Desa HELAU tidak hanya diukur dari perubahan fisik lingkungan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, memperkuat rasa memiliki, serta melestarikan hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.


Ia mengajak seluruh warga untuk terus mempertahankan budaya gotong royong sebagai modal utama membangun desa yang berkelanjutan.


"Bayangkan kalau program ini terus berjalan satu tahun, dua tahun. Akan secantik apa desa yang Bapak Ibu tempati. Apa yang kita lakukan hari ini kita persembahkan untuk anak cucu kita, agar menjadi cerita baik dan karya terbaik yang manfaatnya terus dirasakan oleh generasi berikutnya," katanya.


Bupati Egi juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur masyarakat yang menjadi penggerak utama Program Desa HELAU, mulai dari pemerintah desa, kader PKK, Karang Taruna, hingga mahasiswa KKN yang ikut mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan dan inovasi lingkungan.


Salah seorang mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Metro, Dinda, menilai Program Desa HELAU bukan hanya menghadirkan perubahan fisik desa, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.


"Terima kasih kepada Bapak Bupati Lampung Selatan karena telah menghadirkan program yang luar biasa. Kami siap membantu masyarakat mewujudkan desa yang ramah lingkungan sekaligus memberikan masukan agar desa memiliki produk unggulan dan sumber daya manusia yang semakin berkualitas," ujar Dinda.


Menanggapi hal itu, Bupati Egi berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu menjadi energi baru dalam memperkuat implementasi Program Desa HELAU melalui pendampingan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Di akhir kunjungannya, Egi berpesan kepada seluruh kepala desa agar terus menjaga semangat kebersamaan yang telah tumbuh. Menurutnya, pembangunan desa hanya akan berhasil apabila seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.


"Saya titip Program Desa HELAU ini terus dijaga bersama. Kalau masyarakat kompak, desa akan semakin maju, semakin nyaman, dan manfaatnya akan dirasakan oleh kita semua," pungkasnya. (Jasmin)