Komitmen membangun daerah melalui semangat kebersamaan dan pelestarian budaya kembali ditegaskan dalam audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Lampung Selatan dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Rumah Dinas Bupati, Senin (29/6/2026).


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membahas persiapan Hari Lahir (Harlah) ke-46 Pujakesuma sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mendukung pembangunan yang berlandaskan nilai budaya, persatuan, dan kebersamaan.


Audiensi turut dihadiri Ketua DPW Pujakesuma Provinsi Lampung, H. Nuryono. Sementara Bupati Radityo Egi Pratama didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Anasrullah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Martoni Sani, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan.


Dalam kesempatan tersebut, H. Nuryono memaparkan perjalanan panjang Pujakesuma yang kini telah berkembang menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Pulau Sumatra. Berawal dari paguyuban seni dan budaya, Pujakesuma tumbuh menjadi organisasi yang aktif menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta membangun harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.


Menurut Nuryono, Lampung Selatan menjadi salah satu daerah dengan basis warga keturunan Jawa yang cukup besar sehingga kepengurusan Pujakesuma berkembang hingga tingkat desa. Saat ini struktur organisasi telah terbentuk mulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga kepengurusan ranting.


Di Kabupaten Lampung Selatan sendiri terdapat sekitar 70 pengurus aktif. Sementara di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Lampung rata-rata memiliki sekitar 50 pengurus yang menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.


Pada kesempatan itu, Nuryono juga menyampaikan undangan secara langsung kepada Bupati Lampung Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Lahir ke-46 Pujakesuma.


"Melalui momentum ini, kami berharap sinergisitas program-program kemasyarakatan yang selama ini telah berjalan dapat terus diselaraskan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan," ujar Nuryono.


Menanggapi hal tersebut, Bupati Radityo Egi Pratama mengapresiasi kiprah Pujakesuma yang selama puluhan tahun konsisten menjaga kerukunan, keberagaman, dan mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.


Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen mendukung berbagai program positif organisasi kemasyarakatan karena memiliki peran strategis dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.


"Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sangat mendukung dan mengapresiasi rangkaian kegiatan yang direncanakan oleh Pujakesuma. Organisasi ini telah menunjukkan konsistensinya dalam merawat kerukunan, menjaga keberagaman, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat," kata Bupati Egi.


Bupati Egi juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat menghadiri langsung peringatan Harlah ke-46 Pujakesuma. Pada waktu yang bersamaan dirinya harus menjalankan agenda kedinasan di Kota Medan.


"Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, saya sangat mendukung kegiatan Pujakesuma. Namun saya mohon maaf karena pada tanggal pelaksanaan saya harus menjalankan tugas kedinasan ke Kota Medan," ungkapnya.


Mengakhiri audiensi, Bupati Egi mengajak Pujakesuma terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya melalui pengembangan seni dan budaya yang dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan destinasi wisata berbasis seni pertunjukan dan budaya lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Lampung Selatan di tengah arus modernisasi.


Berita ini disusun dengan gaya featured yang lebih naratif, mengedepankan suasana pertemuan serta nilai kolaborasi, namun tetap mempertahankan unsur fakta dan kutipan penting. (Jasmin)