Harapan panjang warga Kecamatan Penengahan akhirnya terjawab. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan strategis yang selama ini dinantikan masyarakat, yakni ruas Kuripan–Klaten sepanjang 820 meter dan ruas Pasuruan–Gandri sepanjang kurang lebih 1,28 kilometer.
Peresmian tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagi warga, perbaikan infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan akses vital yang selama bertahun-tahun terhambat akibat kondisi jalan rusak. Jalan yang kini lebih layak diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan masyarakat sehari-hari.
Salah satu warga Dusun Sidodadi, Desa Klaten, Darmadi, mengaku bersyukur atas terealisasinya perbaikan ruas Kuripan–Klaten yang menurutnya telah lama terbengkalai.
“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah diperbaiki. Selama kurang lebih 13 tahun, jalan Kuripan–Klaten belum mendapatkan perhatian. Kami masyarakat Dusun Sidodadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Egi,” ujar Darmadi.
Ia menilai, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian warga. Selama ini, kerusakan jalan kerap menghambat mobilitas, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan jalan semakin sulit dilalui.
Menurut Darmadi, dampak ekonomi dari perbaikan infrastruktur tersebut akan sangat terasa. Biaya angkut hasil panen berpotensi lebih efisien dan waktu tempuh menjadi lebih singkat, sehingga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.
“Kami berharap perbaikan dapat berlanjut karena masih terdapat beberapa ruas jalan yang berlubang. Semoga pembangunan ini terus berkesinambungan,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan semata proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan jalan ini membawa kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kesejahteraan, mendukung kegiatan sosial dan ekonomi, serta memperlancar akses pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat jalan sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk merawat dan menggunakannya sesuai ketentuan.
“Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan ini. Pastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan batas muatan yang telah ditentukan agar jalan tetap awet dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Pemkab Lampung Selatan, lanjut Egi, berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan merata. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses.
Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, warga Penengahan kini menatap aktivitas harian dengan optimisme baru. Jalan yang lebih layak diharapkan menjadi penghubung bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antara harapan dan kesejahteraan masyarakat. (Jasmin)