Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan terus memperkuat budaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan kebakaran melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan pendampingan pada Fire Skill Competition yang digelar PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung di Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang, Jumat (17/7/2026).
Kehadiran Damkarmat tidak hanya memastikan jalannya perlombaan berlangsung aman, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan teknis guna meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi kondisi darurat melalui berbagai simulasi penanganan kebakaran.
Kompetisi tersebut diikuti enam regu yang terdiri dari 48 personel. Para peserta diuji kemampuan fisik, kecepatan, ketangkasan, hingga kekompakan tim dalam menghadapi berbagai skenario keadaan darurat.
Dua kategori utama diperlombakan, yakni hose laying dan pemadaman api menggunakan sistem hydrant, serta pemadaman menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Suasana kompetisi berlangsung penuh semangat dengan dukungan antartim yang menciptakan atmosfer persaingan sehat sekaligus mempererat kebersamaan.
Ketua pelaksana yang juga Manager Head of HR & GA Department PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung, Hellen, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan sekaligus kepercayaan diri Tim Damkar dari Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan perusahaan.
"Kami berharap melalui perlombaan ini kemampuan dan kepercayaan diri Tim Damkar P2K3 semakin meningkat, sehingga mereka terbiasa mengimplementasikan budaya K3 dalam setiap aktivitas kerja," ujar Hellen.
Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan target zero accident, zero traffic accident, zero environmental case, dan zero fire case.
Usai perlombaan, Head of Unit PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Lampung, Darwin, menyampaikan apresiasi kepada Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan atas arahan dan pendampingan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
"Terima kasih kepada Pak Sefri dan seluruh tim Damkar Lampung Selatan yang telah hadir dan mendampingi kegiatan ini. Kami berharap latihan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan karyawan, sehingga apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan perusahaan, risiko maupun kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan," kata Darwin.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengapresiasi inisiatif PT Japfa Comfeed yang mengemas pembinaan keterampilan penanganan kebakaran dalam bentuk kompetisi. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat hubungan antarkaryawan.
"Saya melihat ada dua manfaat dari kegiatan ini. Pertama, sebagai sarana internal public relations yang dapat mempererat hubungan antarkaryawan dan berdampak pada meningkatnya semangat kerja. Kedua, tentu saja keterampilan peserta dalam penanganan keadaan darurat semakin meningkat melalui simulasi yang dilaksanakan," ujar Sefri.
Ia menegaskan, kegiatan seperti ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan perusahaan. Selain meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, pelatihan juga membentuk respons yang lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi saat kondisi darurat terjadi.
"Kita semua tentu tidak mengharapkan musibah terjadi. Namun, ketika setiap orang telah dibekali pengetahuan dan kemampuan, mereka tidak akan mudah panik dan akan lebih siap dalam menghadapi situasi darurat. Harapan kita, APAR maupun hydrant yang ada di lingkungan perusahaan hanya digunakan untuk latihan, bukan untuk pemadaman yang sesungguhnya," tegasnya.
Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Damkarmat dengan dunia usaha diharapkan terus berlanjut sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan kebakaran. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, serta berbudaya keselamatan, sehingga mampu meminimalkan risiko dan kerugian apabila terjadi keadaan darurat. (Jasmin)