Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menghadiri kegiatan halalbihalal masyarakat perantau Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, Rumah Jabatan Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/04/2026).


Acara tersebut berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri sejumlah tokoh penting nasional, di antaranya Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.


Turut hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Abu Rizal Bakrie dan Hatta Rajasa, bersama para kepala daerah se-Sumbagsel dan sekitar 1.500 undangan lainnya.


Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan forum strategis yang sarat gagasan lintas sektor.


“Pertemuan ini bernilai tinggi karena diisi berbagai gagasan strategis. Ini momentum penting untuk mempererat kebersamaan,” ujar Herman Deru.


Ia menegaskan, kegiatan halalbihalal ini juga menjadi pengingat kuatnya ikatan budaya masyarakat Sumbagsel yang meliputi Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Bangka Belitung.


“Ini bukan untuk menunjukkan kekuatan, tetapi memperkuat persatuan sebagai satu rumpun,” tambahnya.


Senada, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai kawasan Sumbagsel memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Ia menekankan pentingnya sinergi antar daerah guna mempercepat pembangunan.


“Sumbagsel punya kekuatan besar, baik dari sumber daya alam, manusia, maupun budaya. Kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi yang kuat,” ujarnya.


Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama memandang kegiatan halalbihalal sebagai momentum strategis untuk memperkuat jejaring antarperantau yang mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.


Menurutnya, perantau memiliki peran penting sebagai jembatan yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang di tingkat nasional.


Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan, sekaligus mempererat hubungan emosional masyarakat Sumbagsel dalam mendukung pembangunan nasional yang lebih merata dan berkelanjutan. (Jasmin)