Berawal dari Lampung Selatan, Tiga Pena Indonesia terus menapaki perjalanan untuk memperluas jangkauan pemberitaan hingga tingkat nasional. Memasuki usia dua tahun, perusahaan media tersebut berhasil menorehkan capaian dengan masuk dalam jajaran 30 besar jaringan Promedia, yang menaungi sekitar 1.300 media.


Perjalanan tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Ia menilai pencapaian Tiga Pena Indonesia menjadi bukti bahwa perusahaan media yang tumbuh dari daerah memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.


Apresiasi itu disampaikan Egi saat menghadiri tasyakuran Anniversary ke-2 Tiga Pena Indonesia di Kantor Redaksi Tiga Pena Indonesia, Jalan Sinar Laut, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Selasa (20/10/2026).


Bagi Egi, perkembangan Tiga Pena Indonesia bukan sekadar capaian sebuah perusahaan pers, melainkan juga peluang bagi Lampung Selatan untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.


“Saya bangga karena Tiga Pena Indonesia benar-benar merupakan produk Lampung Selatan. Ini sejalan dengan cita-cita saya agar Lampung Selatan bisa go nasional. Salah satunya melalui program jurnalistik, bagaimana potensi yang kita miliki di daerah bisa dikenal lebih luas, hingga tingkat nasional bahkan mendunia,” ujar Egi.


Ia berharap, pertumbuhan Tiga Pena Indonesia tidak hanya diukur dari luasnya jangkauan pemberitaan, tetapi juga dari kualitas karya jurnalistik, kredibilitas, serta kontribusinya dalam memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, pers memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Selain menyampaikan informasi, media menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap penyelenggaraan pemerintahan.


Dalam konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media, pers turut berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.


Karena itu, Egi menegaskan bahwa kritik dan masukan dari media merupakan bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan dan pelaksanaan pembangunan.


“Sejak awal, saya konsisten membuka ruang kritik dan masukan seluas-luasnya. Pemerintah tidak boleh antikritik. Masukan, baik yang bersifat positif maupun konstruktif, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.


Seiring perkembangan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi, Egi mengingatkan pentingnya kemampuan media untuk beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik.


Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi dan luasnya jangkauan digital harus berjalan beriringan dengan akurasi, independensi, serta tanggung jawab kepada publik.


Kepercayaan masyarakat, lanjutnya, menjadi modal penting bagi perusahaan media untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat perannya dalam kehidupan publik.


“Harapan kita, apa yang dibangun hari ini menjadi warisan yang baik bagi generasi mendatang. Sebab, apa yang kita kerjakan hari ini turut menentukan masa depan anak cucu kita,” tambahnya.


Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar turut menyampaikan harapan agar Tiga Pena Indonesia terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Ia menilai, usia dua tahun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, meningkatkan kualitas, dan memperluas kontribusi perusahaan dalam menyampaikan informasi kepada publik.


“Saya mendoakan semoga Tiga Pena Indonesia tidak hanya mampu melewati dua tahun perjalanan ini, tetapi juga terus tumbuh dan berkembang. Yang paling penting, keberadaannya harus membawa kebaikan dan memberikan dampak positif bagi bangsa dan negara,” ujar Syaiful.


Sementara itu, CEO Tiga Pena Indonesia, Firdaus KH, mengungkapkan bahwa perusahaan media tersebut didirikan pada 20 Oktober 2024. Tanggal itu bertepatan dengan pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan dipilih sebagai momentum awal perjalanan perusahaan dengan cita-cita untuk terus berkembang.


Dalam perjalanannya, Tiga Pena Indonesia bergabung dengan jaringan Promedia yang menaungi sekitar 1.300 media. Firdaus menyebut, perusahaannya kini telah masuk dalam jajaran 30 besar jaringan tersebut.


Capaian itu menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan usaha dan memperkuat kehadiran perusahaan di tingkat nasional.


Ke depan, Tiga Pena Indonesia menargetkan ekspansi jaringan ke sejumlah wilayah, di antaranya Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, dan Banten.


“Kami berharap Tiga Pena Indonesia bisa terus berkembang dari Lampung Selatan menuju tingkat nasional. Kami memohon doa dan dukungan agar cita-cita ini dapat terwujud,” kata Firdaus.


Tak hanya bergerak di bidang media, Tiga Pena Indonesia juga mengembangkan usaha di sektor riset, survei, serta penyelenggaraan acara atau event organizer.


Pengembangan sejumlah lini usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan perusahaan sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.


Firdaus menegaskan, pertumbuhan perusahaan ingin berjalan beriringan dengan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Dengan demikian, perkembangan usaha tidak hanya memperkuat posisi perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Lampung Selatan.


Tasyakuran dua tahun Tiga Pena Indonesia menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan industri media yang terus berubah.


Bagi Lampung Selatan, tumbuhnya perusahaan media yang berakar dari daerah dan mulai memperluas jangkauan nasional membuka peluang untuk memperkenalkan potensi lokal, mulai dari pembangunan, ekonomi, pariwisata, hingga berbagai capaian masyarakat kepada publik yang lebih luas.


Namun, ekspansi dan pertumbuhan bisnis juga menuntut tanggung jawab yang semakin besar. Profesionalisme, independensi, akurasi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.


Dengan semangat tersebut, perjalanan dua tahun Tiga Pena Indonesia bukan hanya tentang memperluas jaringan, tetapi juga tentang bagaimana media daerah dapat terus bertumbuh, menghadirkan informasi berkualitas, serta mengambil bagian dalam pembangunan yang terbuka dan berpihak pada kepentingan masyarakat.


Dari Lampung Selatan, Tiga Pena Indonesia kini menatap peluang yang lebih luas, membawa harapan agar potensi daerah semakin dikenal dan suara masyarakat mendapat ruang dalam pemberitaan nasional. (Jasmin)