Sebanyak 42 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 resmi dikukuhkan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Kalianda, Minggu (16/8/2026).
Pengukuhan tahun ini berlangsung dalam suasana yang berbeda. Jika biasanya dilaksanakan dalam ruang atau lapangan terbuka, kali ini para calon pengibar Sang Merah Putih dikukuhkan di tengah makam para pejuang kemerdekaan.
Pilihan lokasi tersebut menjadikan prosesi pengukuhan bukan sekadar seremoni menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tempat para pahlawan bersemayam, 42 generasi muda Lampung Selatan diajak kembali memahami bahwa kemerdekaan yang mereka nikmati hari ini lahir melalui perjuangan panjang, pengorbanan, air mata, bahkan pertaruhan nyawa.
Bupati Radityo Egi Pratama mengatakan, TMP Kusuma Bangsa dipilih untuk memberikan makna lebih mendalam kepada para anggota Paskibraka sebelum mereka menjalankan tugas negara.
“Tempat pengukuhan ini menjadi saksi bahwa kemerdekaan yang kita rasakan hari ini diperjuangkan dengan perjuangan dan pertumpahan darah,” ujar Bupati Egi.
Menurutnya, tugas Paskibraka tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris atau mengibarkan bendera dengan sempurna. Lebih dari itu, mereka memikul tanggung jawab moral untuk memahami dan menghormati sejarah perjuangan bangsa.
Pada momen tersebut, Bupati Egi secara resmi mengukuhkan 42 anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Amphitheater Menara Siger, Bakauheni, Senin (17/8/2026).
“Pada hari ini saya kukuhkan Paskibraka tingkat Kabupaten Lampung Selatan yang akan bertugas di Lapangan Amphitheater Menara Siger, Bakauheni, pada 17 Agustus 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara,” katanya.
Setelah pengukuhan, prosesi dilanjutkan dengan pemasangan kendit sebagai tanda kesiapan para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas penting pada upacara kemerdekaan.
Bupati Egi berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjalankan amanah tersebut dengan disiplin, penuh tanggung jawab, serta rasa bangga. Menurutnya, kesempatan mengibarkan Sang Merah Putih merupakan kehormatan sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Sang Merah Putih lahir dari perjuangan. Ia pernah diperjuangkan dengan darah, air mata, bahkan dengan kehilangan nyawa. Karena itu, kibarkan dengan penuh kehormatan dan jangan pernah lupakan jasa para pahlawan,” tegasnya.
Pesan tersebut seolah menjadi benang merah dari seluruh rangkaian pengukuhan. Dari makam para pejuang, para anggota Paskibraka menerima amanat untuk meneruskan semangat perjuangan melalui tugas yang akan mereka emban.
Pengukuhan turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, serta Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheny Apriyani.
Kini, 42 anggota Paskibraka tersebut bersiap menjalankan tugas utama pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Amphitheater Menara Siger, Bakauheni.
Di salah satu ikon kebanggaan Lampung Selatan itu, mereka akan menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih—sebuah momen sakral yang setiap tahun menjadi simbol penghormatan terhadap kemerdekaan.
Jika TMP Kusuma Bangsa menjadi tempat mereka menengok kembali jejak perjuangan masa lalu, maka Menara Siger akan menjadi panggung bagi mereka untuk menunjukkan tanggung jawab generasi masa kini.
Dari pusara para pahlawan menuju kibaran Merah Putih di Menara Siger, 42 putra-putri terbaik Lampung Selatan membawa satu pesan yang sama: kemerdekaan bukan sekadar warisan, tetapi amanah yang harus dijaga dan diteruskan. (Jasmin)