Transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan tidak sekadar mengubah dokumen kertas menjadi berkas elektronik. Lebih dari itu, digitalisasi menuntut perubahan pola kerja aparatur agar proses administrasi semakin cepat, pengelolaan arsip lebih tertib, dan pelayanan publik semakin berkualitas.


Pesan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Versi 3 Tahun 2026, di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (21/10/2026).


Menurut Supriyanto, transformasi digital merupakan kebutuhan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, informasi yang jelas, serta proses birokrasi yang lebih sederhana. Namun, penerapan teknologi harus diiringi kedisiplinan dan komitmen aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari.


Ia mengingatkan, penggunaan aplikasi digital tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak disertai kecepatan dalam menindaklanjuti surat dan konsistensi dalam mengelola arsip.


“Jangan sampai aplikasi sudah digital, tetapi surat masih menumpuk, sistem tersedia, tetapi tindak lanjut lambat,” tegas Supriyanto.


Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan digitalisasi birokrasi tidak cukup diukur dari tersedianya sistem atau banyaknya dokumen yang diproses secara elektronik. Ukuran penting lainnya adalah dampak nyata terhadap efektivitas kerja, koordinasi antarperangkat daerah, dan ketepatan waktu penyelesaian administrasi.


Melalui aplikasi Srikandi, alur persuratan diharapkan menjadi lebih efisien, proses koordinasi semakin mudah, serta setiap surat dapat dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.


Selain mendorong percepatan administrasi, Supriyanto menyoroti pentingnya keamanan informasi dan ketertiban penyimpanan arsip dalam penyelenggaraan pemerintahan.


Menurutnya, arsip bukan sekadar kumpulan dokumen yang disimpan sebagai pelengkap administrasi. Arsip merupakan bukti pelaksanaan tugas, sumber informasi dalam pengambilan keputusan, sekaligus bagian penting dari pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat.


Karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara sistematis agar dokumen tersimpan dengan aman, terstruktur, dan mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan.


Penerapan Srikandi juga diharapkan mampu menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan, termasuk ketika terjadi pergantian pegawai maupun perpindahan tugas antarperangkat daerah.


Dengan pengelolaan arsip yang tertata, informasi kedinasan dapat tetap tersedia dan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas tanpa bergantung pada individu tertentu.


Untuk memperkuat penerapan sistem tersebut, Bimtek Srikandi Versi 3 Tahun 2026 diikuti 100 peserta yang terdiri atas admin dan operator Srikandi dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan.


Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, dengan fokus pada peningkatan pemahaman teknis penggunaan aplikasi serta pengelolaan persuratan dan arsip dinamis secara elektronik.


Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan Srikandi di unit kerja masing-masing, sekaligus memastikan proses administrasi berjalan lebih teratur dan tepat waktu.


Bimtek tersebut juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis operator. Lebih jauh, hasil pelatihan perlu diwujudkan melalui perubahan kebiasaan kerja di setiap perangkat daerah, mulai dari kedisiplinan memproses surat hingga konsistensi menjaga keamanan dan keteraturan arsip.


Pada akhirnya, digitalisasi persuratan bukan hanya tentang penggunaan teknologi, melainkan juga membangun budaya kerja birokrasi yang lebih responsif, tertib, dan akuntabel demi mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Lampung Selatan. (Jasmin)