Penguatan ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak menjadi fokus pembinaan Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, setelah ditetapkan sebagai Desa Tapis binaan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung tahun 2026.
Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pembinaan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun keluarga yang mandiri, menciptakan lingkungan ramah anak, serta mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa.
Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan Desa Tapis yang terintegrasi dengan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, di Balai Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Selasa (13/10/2026).
Desa Tapis, atau Desa Kesejahteraan Keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas, merupakan program pembinaan yang menitikberatkan pada penguatan peran keluarga melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan potensi lokal.
Pelaksanaannya membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, kader PKK, dan masyarakat agar berbagai program yang dirancang dapat berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dalam sambutannya, Wulan Mirza menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader PKK agar mampu menjadi penggerak perubahan sekaligus teladan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis dalam mendorong keluarga agar lebih mandiri, meningkatkan keterampilan perempuan, serta mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan desa.
Ia juga mendorong pemanfaatan pekarangan untuk mendukung kebutuhan keluarga, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui kegiatan produktif berbasis potensi lokal.
“Keberhasilan program PKK adalah keberhasilan kita bersama,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, pencanangan Desa Tapis turut diwarnai penyerahan sejumlah bantuan yang menyasar sektor pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi buku cerita rakyat Lampung dari 15 kabupaten/kota, beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an selama tiga tahun, Al-Qur’an untuk masjid atau musala, mesin jahit dan oven untuk mendukung usaha ekonomi produktif, serta bibit cabai bagi kader PKK.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, serta mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang berkelanjutan.
Wulan Mirza menegaskan, pencanangan Desa Tapis harus diikuti pembinaan dan pendampingan secara berkesinambungan. Dengan demikian, bantuan dan program yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu berkembang menjadi aktivitas produktif yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia juga meminta perangkat daerah terkait memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama dalam pengembangan produk dan pemenuhan sertifikasi halal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan integrasi Desa Tapis dengan Ruang Bersama Indonesia diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan anak terhadap ruang yang aman, sehat, ramah, dan menyenangkan.
Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat bagi anak-anak untuk bermain, belajar, berinteraksi, sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi diri.
“Karena itu saya berharap RBI dan Desa Tapis dapat dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan masyarakat serta benar-benar memberikan manfaat bagi kita semua,” kata Supriyanto.
Menurutnya, keberhasilan penguatan keluarga tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat masyarakat tinggal. Lingkungan desa yang bersih, asri, dan aman menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan keluarga yang sehat dan nyaman.
Upaya tersebut juga sejalan dengan semangat Desa Helau di Kabupaten Lampung Selatan, yang mengedepankan lingkungan hijau, elok, aman, dan unggul.
Dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga diharapkan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan serta pembangunan desa yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Rheny Apriyani Anwar, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, menyampaikan bahwa keberhasilan Desa Tapis memerlukan dukungan bersama dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia berharap Desa Serdang dapat berkembang menjadi desa percontohan yang mampu mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, ketahanan pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Harapan tersebut menempatkan Desa Tapis bukan hanya sebagai program pembinaan kelembagaan, melainkan juga sebagai wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai kebutuhan keluarga di tingkat desa.
Melalui integrasi Desa Tapis dan Ruang Bersama Indonesia, pemerintah daerah, kader PKK, serta masyarakat diharapkan terus memperkuat kerja sama dalam menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
Ke depan, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh konsistensi pendampingan, partisipasi masyarakat, dan kemampuan mengembangkan potensi lokal menjadi sumber kesejahteraan keluarga.
Dengan demikian, pencanangan Desa Tapis di Desa Serdang diharapkan menjadi titik awal bagi tumbuhnya keluarga yang lebih berdaya, perempuan yang semakin mandiri, anak-anak yang terlindungi, serta masyarakat desa yang mampu membangun kesejahteraannya secara berkelanjutan. (Jasmin)