Sebanyak 32 Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lampung Selatan berangkat menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 dengan membawa misi lebih besar dari sekadar mengikuti perkemahan.
Para generasi muda tersebut dipersiapkan menjadi duta Lampung Selatan untuk belajar, memperluas persahabatan, membangun jejaring dengan Pramuka dari berbagai daerah, sekaligus memperkenalkan seni, budaya, pariwisata dan kearifan lokal daerah di panggung nasional.
Kontingen Pramuka Lampung Selatan itu secara resmi dilepas Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, dalam acara pelepasan di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (11/8/2026).
Sebanyak 32 Pramuka Penggalang, terdiri dari 16 putra dan 16 putri, akan mengikuti seluruh rangkaian Jamnas XII selama 10 hari, mulai 11 hingga 20 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Bagi kontingen Lampung Selatan, Jamnas bukan sekadar tentang mendirikan tenda, mengikuti perlombaan atau menjalani berbagai aktivitas kepramukaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan identitas daerah.
Ketua Harian Kwarcab Lampung Selatan, Sukadi, mengatakan Jamnas XII merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang menjadi bagian dari proses pendidikan generasi muda melalui kegiatan edukatif, kreatif dan inovatif di alam terbuka.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan kemandirian, keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat persatuan melalui semangat persaudaraan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Tujuannya membangun persatuan dan kesatuan melalui persaudaraan, meningkatkan kemandirian melalui swasembada pangan serta meningkatkan kepedulian Pramuka Penggalang,” ujar Sukadi.
Kontingen Lampung Selatan berasal dari berbagai Kwartir Ranting, meliputi Kalianda, Rajabasa, Penengahan, Ketapang, Palas, Sragi, Sidomulyo, Candipuro, Merbau Mataram, Tanjung Bintang, Jati Agung, Natar dan Bakauheni.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta telah menjalani pemusatan latihan. Persiapan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat keterampilan kepramukaan, tetapi juga membangun kesiapan mental dan kemampuan peserta dalam membawa identitas Lampung Selatan.
Semangat memperkenalkan daerah menjadi salah satu misi penting yang dibawa kontingen. Melalui penampilan seni dan budaya, mereka akan berupaya memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung Selatan kepada peserta Jamnas dari berbagai penjuru Indonesia.
Potensi pariwisata dan kearifan lokal juga menjadi bagian dari cerita yang ingin dibawa para Pramuka Penggalang tersebut. Dengan demikian, kehadiran mereka di Cibubur diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman pribadi, tetapi juga menjadi ruang promosi daerah melalui generasi mudanya.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, mengingatkan para peserta agar tidak melihat Jamnas hanya sebagai kegiatan perkemahan.
Menurutnya, 10 hari berada di Cibubur harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar, membangun jejaring persahabatan dan memperluas wawasan.
“Kalian berangkat bukan hanya mengikuti kegiatan, tetapi membawa nama baik keluarga, sekolah dan gugus depan. Yang paling penting, kalian membawa nama baik Kabupaten Lampung Selatan. Jaga nama baik dan jaga kekompakan,” pesan Syaiful.
Ia menilai Jamnas merupakan sarana pendidikan yang dapat membentuk generasi muda menjadi pribadi yang lebih mandiri, terampil dan terbuka terhadap keberagaman.
Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman, termasuk belajar memahami perbedaan serta membangun persaudaraan dengan Pramuka dari daerah lain.
“Jangan dilihat hanya sebagai perkemahan. Jadikanlah ini benar-benar sebagai tempat belajar, membangun persahabatan dan mempelajari perbedaan,” katanya.
Syaiful juga mendorong kontingen Lampung Selatan menunjukkan karakter generasi muda yang mandiri, terampil dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Baginya, keberangkatan 32 Pramuka Penggalang tersebut merupakan kesempatan untuk membawa wajah Lampung Selatan ke ruang perjumpaan nasional.
“Tunjukkan bahwa Lampung Selatan memiliki generasi muda yang berkarakter. Perkenalkan budaya, wisata dan kearifan lokal kita di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia pun berpesan agar seluruh anggota kontingen menjalankan tugas dengan penuh kebanggaan, menjunjung tinggi kode kehormatan Pramuka, menjaga kekompakan serta senantiasa membawa nama baik Kabupaten Lampung Selatan.
Dengan bekal keterampilan, semangat persaudaraan dan identitas daerah yang kuat, 32 Pramuka Penggalang Lampung Selatan kini membawa satu harapan: pulang dari Jamnas XII bukan hanya dengan pengalaman baru, tetapi juga dengan cerita tentang Lampung Selatan yang semakin dikenal di tingkat nasional. (Jasmin)