Ancaman kebakaran masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Lampung Selatan. Hingga 15 Oktober 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan mencatat sebanyak 206 peristiwa kebakaran, mulai dari kebakaran lahan, rumah, hingga berbagai objek lainnya.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran kepada masyarakat, termasuk di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Upaya itu dilakukan Tim Damkarmat Lampung Selatan melalui kegiatan edukasi pencegahan, penyelamatan, dan pemadaman kebakaran yang diikuti 19 peserta di Aula UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Hendry Hatta, yang mewakili Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, M. Sefri Masdian.
Dalam penyampaiannya, Hendry menegaskan bahwa edukasi merupakan salah satu langkah penting untuk menekan risiko kebakaran. Pengetahuan tentang potensi bahaya dan tindakan pencegahan perlu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah, pegawai pemerintah, karyawan swasta, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, kebakaran tidak selalu terjadi akibat kelalaian besar. Hal sederhana yang luput dari pengawasan, seperti anak-anak bermain korek api di tempat yang mudah terbakar, juga dapat berujung pada peristiwa yang membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.
“Ada contoh yang pernah terjadi. Anak-anak bermain korek api di atas kasur tanpa pengawasan orang tua. Pernah juga terjadi, anak-anak bermain api di dapur yang menyebabkan terjadinya kebakaran,” terang Hendry.
Ia menekankan, peran orang tua sangat penting dalam membangun kesadaran anak mengenai bahaya api sejak dini. Pengawasan terhadap aktivitas anak di rumah harus menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak terulang.
“Berkaca dari peristiwa ini, peran orang tua menjadi sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak kita di rumah mengenai hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Damkarmat Lampung Selatan hingga Kamis (15/10/2026), dari total 206 peristiwa kebakaran yang tercatat, sebanyak 114 kejadian merupakan kebakaran lahan, 52 kejadian kebakaran rumah, dan 40 kejadian lainnya terjadi pada objek selain rumah dan lahan.
Hendry menjelaskan, kondisi cuaca panas dan kering yang berkaitan dengan fenomena El Niño turut meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di area lahan kering.
Pembakaran sampah yang tidak diawasi serta puntung rokok yang dibuang sembarangan di lahan kering menjadi sejumlah potensi pemicu kebakaran yang perlu diwaspadai masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan dan memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
Sementara itu, kebakaran rumah yang telah mencapai 52 peristiwa juga menjadi perhatian tersendiri. Menurut Hendry, salah satu penyebab yang banyak ditemukan adalah korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Penggunaan kabel yang sudah usang, beban listrik berlebihan, serta penumpukan colokan dalam satu sumber listrik dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Korsleting arus listrik tidak bisa disiram dengan air. Berbahaya, malah bisa kesetrum kita,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Hendry mengimbau pihak Puskesmas Rawat Inap Ketapang agar menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) yang masih aktif dan layak digunakan.
APAR dapat membantu menangani kebakaran pada tahap awal apabila jenis alat dan media pemadamnya sesuai dengan sumber api. Penanganan kebakaran yang melibatkan instalasi listrik harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan tidak menggunakan air ketika sumber listrik belum dipastikan aman.
“Puskesmas ini harus tersedia tabung APAR, tentunya yang masih aktif dan dapat digunakan. Gunanya adalah untuk memadamkan api kecil pada jaringan listrik yang terbakar. Dengan APAR akan lebih efektif,” jelas Hendry.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr. Sutjisi Mendrofa, M.P.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Damkarmat Lampung Selatan atas edukasi yang diberikan kepada para staf Puskesmas.
Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam mencegah dan menangani kebakaran, baik di lingkungan fasilitas kesehatan maupun di rumah masing-masing.
Sutjisi juga berharap kegiatan sosialisasi dan edukasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas Ketapang, sehingga manfaatnya dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Terima kasih sudah memberikan kami ilmu yang sangat bermanfaat. Dengan kami paham, insyaallah dapat kami teruskan ilmu ini kepada masyarakat, minimal kepada lingkungan keluarga kami,” ungkap Sutjisi.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanganan kebakaran ringan. Para peserta mendapatkan kesempatan mempraktikkan pemadaman api menggunakan kain basah, penanganan kebakaran akibat kebocoran tabung gas, serta penggunaan APAR.
Para karyawan Puskesmas mengikuti praktik secara bergantian untuk memahami langkah penanganan awal ketika menghadapi situasi darurat.
Hendry berharap, melalui perpaduan materi dan praktik langsung, peserta tidak hanya memahami teori pencegahan kebakaran, tetapi juga mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.
“Para karyawan Puskesmas secara bergantian melakukan praktik pemadaman api menggunakan kain basah serta menggunakan tabung APAR,” pungkasnya.
Melalui edukasi tersebut, Damkarmat Lampung Selatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran semakin meningkat. Sebab, pencegahan, kesiapsiagaan, dan pemahaman mengenai cara penanganan yang benar menjadi bagian penting dalam melindungi keselamatan jiwa serta mengurangi kerugian akibat kebakaran. (Jasmin)