Upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja terus dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, sebanyak 80 karyawan PT Central Proteina Prima (CPP) Tbk mendapatkan pembekalan teori dan praktik pencegahan serta penanganan kebakaran, Kamis (15/10/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan perusahaan di Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sekaligus meningkatkan kemampuan karyawan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran.


Dari sekitar 499 karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, hingga teknik dasar pemadaman api menggunakan peralatan sederhana maupun alat pemadam api ringan (APAR).


Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan. Pertama, penyampaian materi teori oleh Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian. Kedua, praktik pemadaman api menggunakan kain basah dan tabung APAR yang dipandu Kepala Bidang Pencegahan, Yus Baimbang Bilabora, bersama tim.


Tahap ketiga dilanjutkan dengan peninjauan dan pemeriksaan peralatan proteksi kebakaran milik perusahaan, termasuk tabung APAR dan hidran, guna melihat kesiapan sarana penanggulangan kebakaran di lingkungan kerja.


Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian, mengatakan edukasi yang disertai praktik langsung sangat penting agar karyawan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengambil tindakan awal ketika menghadapi keadaan darurat.


Menurutnya, sebagian besar kebakaran yang terjadi selama ini berkaitan dengan kelalaian manusia. Sejumlah pemicu di antaranya pembakaran sampah yang tidak diawasi, membuang puntung rokok sembarangan di area mudah terbakar, bermain petasan, hingga penggunaan listrik berlebihan yang berpotensi menimbulkan korsleting.


“Secara umum, disebabkan oleh faktor kelalaian manusia. Bisa karena pembakaran sampah yang tidak dijaga, main petasan, buang puntung rokok sembarangan, korsleting listrik dan banyak lagi,” jelas Sefri.


Ia menegaskan, pemahaman terhadap sumber risiko perlu diikuti dengan pengetahuan mengenai langkah penanganan yang tepat. Dengan begitu, potensi kebakaran dapat ditekan dan dampaknya bisa diminimalkan.


“Oleh karenanya, pada kesempatan ini, kami sampaikan hal-hal yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran serta bagaimana cara melakukan penanganannya,” ujarnya.


Sefri juga mengungkapkan, hingga Kamis (15/10/2026), tercatat sebanyak 208 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Dari jumlah tersebut, 116 kejadian di antaranya merupakan kebakaran lahan.


Data tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus terus diperkuat, baik di lingkungan permukiman maupun kawasan industri dan tempat kerja.


Dalam pelatihan tersebut, tim Damkarmat memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan secara langsung teknik pemadaman api. Langkah ini dilakukan untuk membangun keterampilan sekaligus menumbuhkan keberanian karyawan dalam menghadapi situasi darurat.


“Pada kesempatan ini juga kami memberikan praktik secara langsung kepada para karyawan yang mengikuti kegiatan ini. Tujuannya bukan sekadar mereka paham secara teori, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk melakukan tindakan jika terjadi kebakaran,” tambahnya.


Sefri menilai, pemahaman secara teori belum tentu membuat seseorang siap bertindak ketika berhadapan langsung dengan api. Karena itu, praktik menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengenalkan penggunaan peralatan pemadam secara benar.


“Banyak yang mengatakan paham dan mengerti, tetapi tidak sedikit juga ketika diminta untuk melakukan praktik pemadaman api, tidak mau karena takut. Itu sebabnya, kami juga mendorong rasa percaya diri pada para karyawan bahwa mereka bisa melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang dipraktikkan saat ini,” imbuhnya.


Sementara itu, pihak manajemen PT Central Proteina Prima Tbk melalui Kepala Bagian HR & GA, Sangga Sulistyo Suhartono, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja.


Menurut Sangga, keterlibatan Damkarmat Lampung Selatan diharapkan dapat memperkuat kesiapan karyawan dalam mengantisipasi risiko kebakaran, sekaligus memastikan mereka memahami langkah awal yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.


“Saya mewakili manajemen, tujuan kami mengundang Damkarmat Lampung Selatan adalah sebagai bentuk respons tanggung jawab kami terhadap keselamatan di lingkungan kerja, khususnya darurat kebakaran,” jelas Sangga.


Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, karyawan semakin memahami cara mencegah kebakaran dan mampu bersikap sigap ketika menghadapi kondisi darurat.


“Kami juga berharap, dengan adanya pelatihan ini, para karyawan mengetahui cara pencegahan serta dapat sigap ketika terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran,” harapnya.


Setelah penyampaian materi dan praktik pemadaman api selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sarana proteksi kebakaran milik perusahaan. Pemeriksaan meliputi tabung APAR dan hidran sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan peralatan dalam mendukung penanganan kebakaran.


Melalui pelatihan ini, sinergi antara Damkarmat Lampung Selatan dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan kerja. Sebab, dalam menghadapi ancaman kebakaran, pengetahuan, kesiapan peralatan, dan keberanian mengambil tindakan awal menjadi faktor penting untuk melindungi pekerja serta aset perusahaan. (Jasmin)