Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum menitipkan harapan dan doa bagi kemajuan daerah.


Hal itulah yang disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, kepada 171 calon jemaah umrah yang akan diberangkatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan pada 11 November 2026 mendatang.


Melalui sambutan secara daring melalui Zoom Meeting dalam kegiatan Manasik Umrah dan Penyerahan Perlengkapan Jemaah Umrah Kabupaten Lampung Selatan, di Aula Negeri Baru Resort, Kalianda, Sabtu (7/11/2026), Bupati Egi menitipkan doa agar Kabupaten Lampung Selatan senantiasa dilimpahi keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, perwakilan Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan, Kepala Bagian Kesra Setdakab Lampung Selatan Qorinilwan, Camat Kalianda, serta jajaran terkait lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Egi mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah umrah merupakan anugerah sekaligus panggilan dari Allah SWT yang patut disyukuri.


Karena itu, ia berharap seluruh jemaah dapat memanfaatkan kesempatan istimewa tersebut untuk memperkuat keimanan, memperbanyak doa, serta semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.


Menurutnya, pemerintah daerah hanya menjadi perantara dalam memfasilitasi kesempatan beribadah. Sementara itu, kesiapan fisik, ketulusan hati, dan kesungguhan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah menjadi hal penting yang harus diperhatikan setiap jemaah.


"Saya berpesan agar Bapak dan Ibu benar-benar memanfaatkan kesempatan istimewa ini untuk beribadah, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jaga kondisi kesehatan, istirahat yang cukup, serta ikuti arahan pembimbing dan ketentuan yang berlaku selama menjalankan ibadah," pesannya.


Selain kesiapan fisik dan spiritual, Bupati Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan, saling membantu, serta menghormati sesama jemaah.


Terlebih, selama berada di Tanah Suci, para jemaah akan bertemu dan berinteraksi dengan umat Islam dari berbagai negara dan daerah di Indonesia yang memiliki latar belakang serta kebiasaan berbeda.


Di balik pesan tentang kekhusyukan beribadah, terdapat harapan besar yang secara khusus dititipkan Bupati Egi kepada seluruh calon jemaah.


Ia meminta agar para jemaah tidak melupakan Kabupaten Lampung Selatan dalam setiap doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci.


Menurutnya, doa untuk kemajuan daerah merupakan bagian dari harapan bersama agar seluruh masyarakat Lampung Selatan senantiasa mendapatkan perlindungan, kesehatan, kedamaian, dan kehidupan yang lebih sejahtera.


"Melalui doa-doa yang Bapak dan Ibu panjatkan di Tanah Suci, saya titip doa untuk Kabupaten Lampung Selatan agar semakin maju dan masyarakatnya senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kedamaian, serta keberkahan. Doakan juga agar kami diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah serta mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.


Harapan tersebut juga diamini Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar. Ia mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat.


Syaiful juga mengajak para jemaah untuk turut mendoakan Bupati Egi agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan serta mengawal berbagai program pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.


"Doakan Bapak Bupati agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Lampung Selatan, sehingga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa masyarakat Lampung Selatan semakin sejahtera," tuturnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Qorinilwan, dalam laporannya menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah memfasilitasi keberangkatan sebanyak 171 jemaah umrah.


Para peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun 2025, santri dan dai berprestasi, guru mengaji, majelis taklim, tokoh masyarakat, tokoh pembangunan, serta peserta pengajian Shobat.


Menariknya, peserta umrah tahun ini berasal dari rentang usia yang cukup beragam. Jemaah termuda tercatat berusia 13 tahun, sedangkan jemaah tertua berusia 72 tahun.


Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa fasilitasi ibadah umrah diberikan kepada berbagai kalangan masyarakat dengan latar belakang dan kontribusi yang berbeda.


Adapun seluruh jemaah dijadwalkan berangkat pada Rabu (11/11/2026) pukul 22.00 WIB. Titik kumpul sekaligus lokasi keberangkatan dipusatkan di GOR Way Handak, Kalianda.


Melalui program fasilitasi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan memperoleh predikat umrah yang mabrur.


Lebih dari itu, perjalanan spiritual 171 jemaah tersebut diharapkan membawa keberkahan, tidak hanya bagi diri dan keluarga masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar batin untuk mendoakan Lampung Selatan agar terus berkembang, semakin maju, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. (Jasmin)