DBFMRadio.id — Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan peran strategis pondok pesantren dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia sebagai fondasi utama pembangunan daerah.


Penegasan tersebut disampaikan Bupati Egi saat menghadiri kegiatan Tahtiman Al-Qur’an Bin Nazdri dan Bil Ghoib yang dirangkaikan dengan Khitanan Massal serta Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Pondok Pesantren Salafiyah Baitul Kirom, Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Sabtu (17/1/2025).


Kegiatan tersebut menjadi momentum yang memadukan nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial, sekaligus mencerminkan peran nyata pesantren dalam membangun karakter generasi muda di Kabupaten Lampung Selatan.


Dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pengasuh pondok pesantren serta seluruh masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, rangkaian acara yang menggabungkan pendidikan Al-Qur’an, kegiatan sosial, dan penguatan nilai-nilai keislaman merupakan cerminan Islam yang memberikan manfaat nyata bagi umat.


“Kegiatan hari ini menunjukkan Islam yang menghadirkan ilmu, kepedulian sosial, serta kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Bupati Egi.


Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata menjadi peristiwa spiritual, tetapi mengandung pesan penting tentang perubahan dan perbaikan diri secara berkelanjutan.


“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keimanan yang kuat dan disiplin ibadah yang kokoh. Dari sanalah akan lahir pribadi-pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi turut memaparkan berbagai potensi besar yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan, mulai dari keindahan alam, keragaman budaya dan suku, kesuburan tanah, hingga posisi geografis yang strategis dengan keberadaan pelabuhan dan bandara.


Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa pengelolaan yang tepat, khususnya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Lampung Selatan memiliki begitu banyak anugerah. Tetapi semua potensi itu tidak akan menjadi manfaat yang luar biasa apabila tidak dikelola dengan sebaik-baiknya. Kuncinya satu, yaitu sumber daya manusia,” tegasnya.


Oleh karena itu, Bupati Egi menekankan bahwa pondok pesantren merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk karakter, akhlak, dan kualitas generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah.


“Pesantren adalah pilar pembentukan karakter dan akhlak. Anak-anakku di pesantren ini adalah generasi penerus Lampung Selatan ke depan,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian sosial terus tumbuh dan menguat sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing. (Arya)