Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendorong generasi muda untuk terus memperkuat kapasitas, mengoptimalkan potensi diri, serta membangun kolaborasi sebagai langkah strategis menghadapi peluang bonus demografi dan tantangan perubahan menuju 2030.


Pesan tersebut disampaikan Egi saat menjadi pemateri Studium Generale dalam rangkaian Pelantikan Pimpinan Daerah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kabupaten Lampung Selatan periode 2026-2031, di GSG Dakwah Muhammadiyah, Kalianda, Senin malam (28/9/2026).


Mengusung tema “Nyalakan Daya Ungkitmu: Naik Kelas dan Kolaborasi untuk Negeri”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dan alumni IMM dalam mendukung pembangunan daerah.


Di hadapan para alumni dan kader IMM, Egi menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan, terutama ketika Indonesia memasuki momentum bonus demografi.


Menurutnya, daya ungkit merupakan perpaduan antara kekuatan, pengalaman, dan sumber daya yang apabila dikelola serta diarahkan secara tepat mampu menghasilkan dampak lebih besar bagi masyarakat.


“Daya ungkit bukan sekadar tentang kemampuan yang kita miliki, tetapi bagaimana kekuatan, pengalaman, dan sumber daya itu bisa kita satukan untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam Studium Generale tersebut.


Egi menjelaskan, bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya menuju 2030 merupakan peluang besar bagi Indonesia. Namun, peluang tersebut harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, adaptif, dan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan zaman.


Dengan sekitar 70 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif, generasi muda memiliki peran penting dalam mendorong produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi.


Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional berhasil ditekan hingga 4,65 persen per Mei 2026, menurut Egi, penguatan kapasitas dan kesiapan pemuda tetap menjadi pekerjaan bersama.


Karena itu, ia mengajak kader IMM dan seluruh generasi muda Lampung Selatan agar tidak berhenti pada kemampuan yang dimiliki saat ini, melainkan terus belajar, mengembangkan kompetensi, serta meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.


Egi menekankan, kapasitas generasi muda harus diarahkan agar tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan pribadi, tetapi juga mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerah.


“Anak muda harus mampu mengenali potensi dirinya, meningkatkan kapasitas, dan memastikan kemampuan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.


Lebih jauh, Bupati Egi menyebut Kabupaten Lampung Selatan memiliki beragam sektor strategis yang dapat menjadi ruang aktualisasi dan kontribusi generasi muda.


Mulai dari pengembangan pariwisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup.


Menurutnya, berbagai sektor tersebut membutuhkan keterlibatan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta mampu membangun jejaring dan kolaborasi lintas sektor.


Ia juga mengingatkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai melalui langkah besar atau sesuatu yang rumit.


Hal terpenting adalah membangun kesadaran untuk mengenali potensi diri, meningkatkan kemampuan, kemudian menghubungkannya dengan kekuatan bersama agar menghasilkan dampak yang lebih luas.


Semangat tersebut, lanjut Egi, sejalan dengan upaya mendorong Lampung Selatan menjadi daerah yang terus bertumbuh melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan alumni perguruan tinggi.


“Dimulai dari sadar daya ungkit diri, lalu disatukan dalam semangat naik kelas dan kolaborasi bersama untuk negeri. Mari kita nyalakan daya ungkit bersama untuk Lampung Selatan yang bertumbuh, berdampak, dan berkelanjutan,” ujar Egi.


Dalam kesempatan yang sama, Mahruddin Alihasan resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Daerah Fokal IMM Kabupaten Lampung Selatan periode 2026-2031.


Dalam sambutan perdananya, Mahruddin menyatakan kesiapan organisasi untuk membangun sinergi secara aktif dengan pemerintah daerah maupun dunia usaha.


Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi para alumni IMM, sekaligus mendorong keterlibatan organisasi dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.


Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Fokal IMM Lampung, Edi Agus Yanto.


Ia berharap seluruh pengurus mampu menerjemahkan peran organisasi melalui program dan kontribusi yang nyata, relevan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lampung Selatan, Sutino Sasmito, mengingatkan para alumni dan kader IMM agar senantiasa menjunjung tinggi etika serta nilai-nilai Islam dalam setiap kiprahnya, termasuk ketika terlibat dalam politik praktis.


“Jangan membawa nama organisasi untuk kepentingan kelompok atau pihak tertentu,” tegas Sutino.


Pelantikan kepengurusan baru dan pelaksanaan Studium Generale tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan peran Fokal IMM Lampung Selatan, tidak sekadar sebagai wadah silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Dengan semangat naik kelas dan kolaborasi, Fokal IMM diharapkan dapat mengambil peran dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing sekaligus memperkuat pembangunan Lampung Selatan menuju 2030. (Jasmin)