Persaingan bola voli putra di Kabupaten Lampung Selatan memasuki babak baru. Setelah melewati pertarungan sengit di empat wilayah, tim-tim terbaik dari berbagai kecamatan kini bersiap kembali turun ke lapangan untuk memperebutkan gelar juara pada Turnamen Bola Voli Putra Bupati Cup 2026 tingkat kabupaten.


Babak puncak kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di GOR Way Handak, Kalianda. Para juara dari masing-masing wilayah akan dipertemukan dalam persaingan yang lebih kompetitif sekaligus menjadi panggung untuk menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka.


Kesiapan pelaksanaan turnamen dibahas melalui rapat persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (30/9/2026).


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhamad Darmawan, menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah yang terlibat agar pelaksanaan Bupati Cup dapat berjalan maksimal.


“Semua perangkat daerah yang memiliki tugas dalam mempersiapkan kegiatan agar mempersiapkan diri dengan baik. Kita semua harus guyub supaya kegiatan ini menjadi meriah, sekaligus dapat menumbuhkan bakat profesional masyarakat dan menjadi wadah untuk pengembangan diri,” ujar Muhamad Darmawan.


Sebelum mencapai panggung kabupaten, kompetisi terlebih dahulu digelar melalui babak wilayah pada 7–10 September 2026. Tahapan ini menjadi ruang bagi tim-tim dari berbagai kecamatan untuk menguji kemampuan sekaligus merebut tiket menuju babak selanjutnya.


Di Wilayah 1 yang berlangsung di Kecamatan Penengahan pada 7 September, Bakauheni keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Rajabasa, sedangkan Kalianda berada di peringkat ketiga.


Kemudian pada Wilayah 2 di Kecamatan Sragi, 8 September, Palas menjadi juara pertama, disusul Ketapang sebagai juara kedua dan Sragi sebagai juara ketiga.


Persaingan berlanjut di Wilayah 3 yang digelar di Kecamatan Katibung pada 9 September. Sidomulyo berhasil menjadi juara pertama, sementara Candipuro menempati posisi kedua dan Way Sulan sebagai juara ketiga.


Sementara itu, Wilayah 4 di Kecamatan Jati Agung pada 10 September menempatkan Jati Agung sebagai juara pertama. Tanjung Sari menjadi juara kedua dan Merbau Mataram berada di posisi ketiga.


Kini, tim-tim terbaik dari empat wilayah tersebut akan kembali berhadapan di tingkat kabupaten. Pertemuan ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menambah jam terbang, membangun mental bertanding, serta mengukur kemampuan menghadapi lawan dengan kualitas permainan yang lebih beragam.


Antusiasme peserta juga diperkuat dengan hadiah yang telah disiapkan panitia. Total hadiah mencapai Rp26 juta, dengan rincian Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7,5 juta untuk juara kedua, Rp5 juta untuk juara ketiga, dan Rp3 juta untuk juara harapan.


Lebih dari sekadar kompetisi, Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pembinaan olahraga di Lampung Selatan. Lapangan pertandingan menjadi tempat bertemunya semangat kompetisi, kerja keras, sekaligus potensi-potensi baru yang selama ini tumbuh di berbagai kecamatan.


Dari pertandingan antarkecamatan menuju panggung kabupaten, perjalanan Bupati Cup 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu pintu untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan talenta bola voli potensial di Lampung Selatan.


Sebab di balik setiap pertandingan, ada atlet muda yang sedang membangun pengalaman. Dan di balik setiap kemenangan, ada potensi baru yang tengah dipersiapkan untuk membawa nama Lampung Selatan ke level kompetisi yang lebih tinggi. (Jasmin)