Suasana hangat bercampur haru menyelimuti kunjungan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat meninjau pelaksanaan Program Desa HELAU di Desa Rulung Raya, Kecamatan Natar, Rabu (5/8/2026). Di tengah dialog bersama masyarakat, sebuah momen penuh makna tercipta ketika seorang warga yang mampu melantunkan Surat Al-Bayyinah dengan fasih mendapat hadiah ibadah umrah langsung dari Bupati Egi.
Peristiwa itu bermula ketika Bupati Egi mengajak masyarakat yang hafal Surat Al-Bayyinah untuk maju ke depan. Dari ratusan warga yang hadir, Fadholi, warga Dusun Marga Raya, dengan penuh keyakinan memenuhi ajakan tersebut. Di hadapan Bupati dan masyarakat, ia melantunkan ayat-ayat Surat Al-Bayyinah dengan lancar hingga selesai.
Lantunan ayat suci Al-Qur'an itu sontak mengundang kekaguman. Setelah memberikan apresiasi, Bupati Egi menanyakan apakah Fadholi pernah menunaikan ibadah umrah.
"Bapak sudah pernah umrah belum?" tanya Bupati Egi.
Saat mengetahui Fadholi belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, Bupati Egi tanpa ragu langsung meminta panitia mencatat identitasnya agar hadiah umrah dapat segera diproses.
"Nanti tolong dicatat nama dan alamatnya," ujar Bupati Egi yang disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.
Bupati Egi menjelaskan, pemilihan Surat Al-Bayyinah bukan sekadar kebetulan. Menurutnya, Al-Bayyinah yang berarti "bukti nyata" memiliki makna yang sejalan dengan semangat Program Desa HELAU, yakni menghadirkan perubahan melalui aksi nyata dan kepedulian bersama terhadap lingkungan.
"Surat Al-Bayyinah artinya bukti nyata. Saya ingin kita semua memberikan bukti nyata. Konsep Desa HELAU ini bukan untuk kepentingan saya, bukan untuk kepentingan camat atau kepala desa, tetapi untuk kepentingan Bapak Ibu semua," kata Bupati Egi.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan Program Desa HELAU tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari tumbuhnya budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi masa depan desa yang lebih baik.
Bagi Fadholi, hadiah umrah itu menjadi anugerah yang tak pernah terbayangkan. Buruh yang sehari-hari bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya itu mengaku masih sulit mempercayai bahwa dirinya memperoleh kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
"Saya ini orang kampung, orang biasa. Bisa mendapat panggilan ke Tanah Suci merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi saya. Saya benar-benar tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Saya sangat terharu, bangga, dan bahagia," ungkap Fadholi dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan yang dinilainya memberikan perhatian kepada masyarakat serta menghargai mereka yang menjaga kedekatan dengan Al-Qur'an.
"Terima kasih kepada Pak Bupati Egi. Beliau benar-benar mencintai para penghafal Al-Qur'an. Saya bangga memiliki pemimpin seperti beliau," ucapnya.
Momen mengharukan tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam rangkaian kunjungan Bupati Egi di Desa Rulung Raya. Di balik hadiah umrah yang diberikan, tersimpan pesan bahwa setiap kebaikan, keikhlasan, dan ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan jalannya untuk mendapat balasan terbaik.
Melalui Program Desa HELAU, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus mendorong lahirnya budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta partisipasi aktif masyarakat dalam membangun desa. Semangat "bukti nyata" yang terkandung dalam Surat Al-Bayyinah diharapkan menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan perubahan positif, memperkuat kebersamaan, dan mewujudkan desa yang semakin maju, bersih, serta memberi manfaat bagi seluruh warganya. (Jasmin)