Di tengah suasana rumah sakit yang identik dengan perjuangan melawan sakit, perhatian sederhana ternyata dapat menghadirkan kekuatan tersendiri. Sapaan, doa, hingga sekadar buah-buahan yang diberikan dengan tulus menjadi pesan bahwa mereka yang sedang menjalani perawatan tidak pernah berjalan sendirian.


Pesan itulah yang dibawa Gubernur Bengkulu Helmi Hasan ketika mengunjungi dan menjenguk sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Bob Bazar, SKM, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (11/8/2026).


Didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Helmi Hasan menyempatkan diri menyapa langsung para pasien di ruang perawatan. Ia juga menyerahkan buah-buahan sebagai bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi warga yang tengah menjalani proses pemulihan.


Bagi Helmi, apa yang diberikan bukanlah persoalan seberapa besar nilai buah tangan tersebut. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, terutama kepada mereka yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan dukungan.


“Hari ini kita menjenguk saudara-saudara kita yang sedang sakit di RSUD Bob Bazar. Jangan dilihat dari nilai buah-buahannya, tetapi ini adalah bentuk rasa kepedulian dan kasih sayang kita kepada sesama,” ujar Helmi Hasan saat meninjau ruang perawatan.


Pelayanan Kesehatan Bukan Sekadar Soal Pengobatan

Kepedulian yang ditunjukkan Helmi tidak berhenti pada pasien. Di hadapan jajaran RSUD Bob Bazar, ia juga menitipkan pesan agar pelayanan kesehatan diberikan dengan keramahan, ketulusan, dan sepenuh hati.


Menurutnya, pasien tidak semata-mata membutuhkan obat dan tindakan medis. Dalam kondisi sakit, mereka juga membutuhkan rasa aman, perhatian, serta dukungan emosional dari orang-orang yang berada di sekelilingnya.


Karena itu, Helmi meminta seluruh tenaga medis maupun staf rumah sakit memandang pasien sebagai sesama manusia yang sedang membutuhkan pertolongan.


“Layani setiap pasien dengan ramah dan tulus, anggap mereka seperti keluarga kita sendiri,” pesan Helmi.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya diukur melalui kecanggihan fasilitas maupun kemampuan medis, tetapi juga dari bagaimana pasien diperlakukan selama menjalani perawatan.


Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari para pasien. Salah satunya Nanang (66), pasien yang tengah menjalani perawatan di Ruang Pattimura.


Nanang mengaku terharu sekaligus bahagia karena mendapat perhatian langsung dari Gubernur Bengkulu bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.


“Terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi saya. Semoga Pak Gubernur beserta seluruh rombongan selalu diberikan kesehatan,” tutur Nanang.


Bagi Nanang dan pasien lainnya, kehadiran para pejabat secara langsung di ruang perawatan bukan sekadar kunjungan seremonial. Sapaan dan perhatian yang diberikan menjadi suntikan semangat di tengah perjuangan untuk kembali sehat.


Ada kalanya proses penyembuhan tidak hanya membutuhkan tindakan medis. Dukungan moral dan rasa diperhatikan juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun optimisme pasien.


Kunjungan Helmi Hasan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut memperlihatkan pentingnya membangun budaya pelayanan publik yang berorientasi pada manusia.


Turut hadir Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan Bella Jayanti, Anggota DPRD Lampung Selatan Agus Sartono, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.


Melalui kunjungan tersebut, semangat kepedulian diharapkan tidak berhenti pada sebuah agenda, tetapi terus tumbuh menjadi bagian dari keseharian pelayanan kesehatan.


RSUD Dr. H. Bob Bazar didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan memadukan profesionalisme medis dan pendekatan humanis. Sebab, bagi masyarakat yang sedang sakit, rumah sakit bukan hanya tempat mendapatkan pengobatan, tetapi juga ruang untuk menemukan harapan, ketenangan, dan kekuatan untuk kembali pulih.


Pada akhirnya, sebuah kunjungan sederhana mengingatkan bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar. Terkadang, hadir, menyapa, mendengarkan, dan memberikan perhatian dengan tulus sudah cukup untuk membuat seseorang merasa lebih kuat menghadapi masa sulit. (Jasmin)