Penguasaan wilayah tidak hanya berbicara tentang seberapa luas suatu daerah dapat dipantau, tetapi juga seberapa lengkap dan akurat data yang dimiliki. Hal itulah yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Asistensi Teknis Pusat Teritorial TNI Angkatan Darat (Pusterad) Tahun 2026 di Kodim 0421/Lampung Selatan (LS), Kamis (27/8/2026).


Kegiatan yang digelar di Aula Parikesit Kodim 0421/LS tersebut dipimpin Brigjen TNI Raja Benny Arifin selaku Kapok Sahli Danpusterad. Asistensi ini merupakan bagian dari Program Kerja Pusterad Tahun 2026, khususnya dalam penguatan pendataan sumber daya nasional yang berada di wilayah.


Turut hadir Letkol CBA Fakrul Razi dan Dandim 0421/LS Letkol Kav Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P. Kegiatan juga diikuti para Perwira Staf Kodim 0421/LS, Danramil jajaran, serta Babinsa.


Dalam pemaparannya, Dandim 0421/LS memberikan gambaran mengenai situasi dan kondisi wilayah yang menjadi tanggung jawab satuannya. Lampung Selatan, menurutnya, memiliki posisi strategis karena menjadi daerah perlintasan sekaligus salah satu pintu gerbang Pulau Sumatra.


Letak geografis tersebut membuat Lampung Selatan memiliki dinamika dan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan teritorial. Penguasaan wilayah, pembinaan masyarakat, hingga pendataan berbagai potensi sumber daya menjadi bagian penting yang harus dilakukan secara berkesinambungan.


Di tengah kondisi tersebut, data menjadi salah satu instrumen penting bagi aparat kewilayahan. Bukan sekadar angka dan daftar administratif, data yang lengkap dapat menjadi gambaran mengenai kekuatan, potensi, serta sumber daya yang tersedia di suatu wilayah.


Brigjen TNI Raja Benny Arifin menegaskan, asistensi teknis Pusterad bertujuan memberikan bimbingan sekaligus pemahaman kepada aparat teritorial mengenai pentingnya pendataan sumber daya nasional.

Pendataan tersebut memiliki dimensi strategis karena berkaitan dengan kesiapan wilayah pertahanan negara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi perang.


“Untuk mencapai keberhasilan Pembinaan Ketahanan Wilayah, kita harus memiliki data wilayah yang lengkap dan akurat, termasuk data logistik wilayah yang tersedia,” tegas Brigjen TNI Raja Benny Arifin.


Pesan tersebut menempatkan validitas data sebagai salah satu fondasi dalam pembinaan teritorial. Tanpa data yang akurat, potensi yang ada di wilayah akan sulit dipetakan dan diberdayakan secara optimal.


Sebaliknya, data yang lengkap dan terus diperbarui akan membantu aparat kewilayahan memahami karakteristik wilayah binaan, mengetahui potensi sumber daya yang tersedia, serta menentukan langkah pembinaan dan pemberdayaan yang lebih tepat.


Bagi Kodim 0421/LS, penguatan pendataan menjadi semakin penting mengingat karakteristik Lampung Selatan sebagai wilayah strategis yang memiliki jalur perlintasan dan konektivitas penting menuju Pulau Sumatra.


Karena itu, keberadaan Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial memiliki peran penting dalam memastikan informasi dari lapangan dapat dihimpun dan dikelola secara baik. Data yang bersumber dari kondisi nyata di wilayah diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembinaan secara lebih efektif.


Asistensi Teknis Pusterad Tahun 2026 pada akhirnya bukan sekadar kegiatan administratif. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman dan meningkatkan kemampuan aparat teritorial dalam membaca potensi wilayah.


Dengan pendataan yang semakin tertib, lengkap, dan akurat, Kodim 0421/LS diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan pembinaan teritorial sekaligus membangun kesiapan wilayah dalam menghadapi berbagai kemungkinan.


Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi TNI AD dalam menjaga kesiapan pertahanan negara, sekaligus mendukung pembinaan, pemberdayaan, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. (Jasmin)