DBFMRadio.id - Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa pola inflasi selama lima tahun terakhir menunjukkan kecenderungan yang konsisten, meski waktu awal Ramadan setiap tahunnya berbeda. Perbedaan waktu tersebut berpengaruh pada akumulasi inflasi bulanan.

“Pada 2023 Ramadan dimulai 23 Maret, sementara pada 2025 dimulai 1 Maret. Jika Ramadan dimulai sejak awal bulan, inflasi cenderung terakumulasi penuh dalam satu bulan. Namun jika dimulai di pertengahan atau akhir bulan, inflasi biasanya terbagi ke beberapa bulan,” jelasnya.

Pudji menambahkan, inflasi pada Ramadan 2025 tercatat cukup tinggi, yakni sebesar 1,65 persen, seiring dimulainya Ramadan pada awal Maret. Angka tersebut menjadi inflasi tertinggi selama periode Ramadan dalam lima tahun terakhir.

“Sejak Maret sudah terjadi inflasi, namun puncaknya justru terjadi pada bulan berikutnya karena jumlah hari Ramadan lebih banyak berada di bulan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pudji menyampaikan bahwa selama periode awal Ramadan 2021 hingga 2025, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau secara konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Melalui Rakor Pengendalian Inflasi tersebut, TPID Lampung Selatan diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah antisipatif, khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan Ramadan. (Arya)