Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui dunia pendidikan. Salah satunya dengan mengevaluasi pelaksanaan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) guna membangun ketahanan diri peserta didik sejak usia dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat evaluasi pelaksanaan advokasi pencegahan kepada lembaga pendidikan program IKAN yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Kalianda, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M., bersama Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Lampung Selatan.
Sebanyak 18 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD, pengawas sekolah, pengawas madrasah, serta kepala sekolah.
Dalam sambutannya, Rahmad Hidayat menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting untuk mengukur perkembangan pelaksanaan program IKAN, mengidentifikasi kendala, sekaligus merumuskan langkah penguatan agar edukasi anti narkoba dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis bukan hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan ketahanan diri generasi muda.
"Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan membangun ketahanan diri peserta didik agar mampu mengenali serta menolak pengaruh negatif penyalahgunaan narkotika," paparnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen dan keberlanjutan program, BNNK Lampung Selatan juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan tiga sekolah percontohan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba.
Ketiga sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Way Panji, SD Negeri 2 Merak Belantung Kalianda, dan TK Tunas Ceria Tanjung Bintang.
Dalam kesempatan yang sama, BNNK Lampung Selatan menyerahkan Buku Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) serta sertifikat penghargaan kepada ketiga sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan program IKAN.
"Kami menyerahkan Buku Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) serta sertifikat penghargaan kepada ketiga sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan program IKAN," ujar Rahmad.
Rapat evaluasi tersebut juga menghadirkan dua narasumber yang memberikan penguatan materi mengenai peran lembaga pendidikan dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkarakter, dan bersih dari narkoba.
Melalui penguatan tersebut, sekolah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang memiliki kedisiplinan, ketahanan diri, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai pengaruh negatif lingkungan.
Rahmad menjelaskan, melalui integrasi kurikulum anti narkoba, pesan-pesan pencegahan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan teoritis. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut harus menjadi bagian dari sikap dan perilaku sehari-hari peserta didik.
"Melalui integrasi kurikulum anti narkoba (IKAN), pesan-pesan pencegahan diharapkan tidak hanya disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan sikap dan perilaku sehari-hari," ungkapnya.
Ia berharap rapat evaluasi tersebut mampu membangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mendukung keberlanjutan program IKAN.
Kolaborasi dengan sekolah percontohan, dukungan perangkat kurikulum, serta keterlibatan berbagai unsur pendidikan dinilai menjadi langkah konkret untuk memperkuat edukasi bahaya narkoba sejak dini.
BNNK Lampung Selatan pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
"Melalui evaluasi dan penguatan program IKAN secara berkelanjutan, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang sehat, aman, berkarakter, dan bersih dari narkoba guna mendukung terwujudnya Kabupaten Lampung Selatan Bersih Narkoba (Bersinar)," pungkas Rahmad.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan ketahanan generasi muda.
Dengan menjadikan sekolah sebagai salah satu garda terdepan pencegahan, BNNK Lampung Selatan berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran dan keberanian untuk menolak narkoba. (Jasmin)