Suasana peternakan milik warga di Jalan Cinta, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, mendadak dibuat resah oleh kemunculan seekor berang-berang, Minggu (6/9/2026).
Hewan air yang diduga merupakan peliharaan tersebut masuk ke area peternakan dan mengobok-obok kolam ikan. Tak hanya memangsa ikan, keberadaan hewan karnivora itu juga membuat ratusan itik dan ayam panik hingga berhamburan keluar dari kandang.
Situasi tersebut akhirnya ditangani Tim Evakuasi Hewan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Lampung Selatan. Tim yang dipimpin Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar dan Penyelamatan, Yus Baimbang Bilabora, berhasil menangkap berang-berang tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, hewan itu kemudian dibawa ke kantor Dinas Damkar Kabupaten Lampung Selatan untuk diamankan sementara.
Berdasarkan pantauan di lokasi, keberadaan berang-berang tersebut sudah berlangsung selama dua hari. Warga sebelumnya telah berupaya menangkapnya, namun selalu mengalami kesulitan lantaran hewan tersebut cukup agresif ketika didekati.
Pemilik peternakan, Huri, mengatakan kehadiran berang-berang tersebut telah mengganggu aktivitas peternakannya. Selain memangsa ikan di kolam, hewan itu membuat unggas miliknya ketakutan dan berhamburan.
“Pemiliknya gagal menangkap, akhirnya kami panggil Damkar. Sudah dua hari, memangsa ikan di kolam. Itik dan ayam yang berhamburan enggan pulang,” ujar Huri.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dikhawatirkan membuat hewan ternaknya mengalami stres.
“Bisa pada stres peliharaan saya,” tambahnya.
Huri mengaku belum dapat menghitung secara pasti kerugian yang dialaminya. Namun, ia melihat sedikitnya dua ekor ikan patin berukuran besar yang telah dipelihara selama sekitar tiga tahun menjadi santapan berang-berang tersebut.
“Yang saya lihat dua ekor ikan patin besar yang sudah dipelihara selama tiga tahunan, dan berapa banyak itik dan ayam yang belum kembali karena berhamburan keluar kandang,” jelas Huri.
Sementara itu, Boyak, warga Perumahan Korpri yang turut berupaya menangkap hewan tersebut, mengatakan dirinya sudah dua hari mencoba mengakali agar berang-berang dapat diamankan.
Namun, upaya tersebut selalu gagal. Bahkan, menurut Boyak, hewan itu sempat menyerang dan menggigit ketika hendak ditangkap.
“Binatang itu menyerang dan menggigit waktu mau ditangkap,” ujar Boyak.
Boyak mengimbau masyarakat yang memelihara satwa agar memperhatikan keamanan dan memastikan hewan peliharaannya tidak lepas dan mengganggu lingkungan sekitar.
“Apalagi jenis karnivora bisa merugikan orang jika dilepaskan,” tambahnya.
Yus Baimbang Bilabora mengatakan, pihaknya akan mengamankan berang-berang tersebut hingga diketahui siapa pemiliknya.
Menurutnya, dari kondisi dan perilakunya, hewan tersebut diduga merupakan satwa yang pernah dipelihara manusia karena terlihat cukup jinak ketika berhasil dievakuasi.
“Sepertinya ini hewan peliharaan karena kelihatan jinak. Kalau ada pemiliknya, saya minta menghubungi kantor Dinas Pemadam Kebakaran saja,” ujar Yus Baimbang.
Keberhasilan evakuasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan satwa yang masuk ke permukiman atau area peternakan sebaiknya dilakukan oleh pihak yang memiliki kemampuan dan peralatan memadai.
Warga juga diimbau tidak menangkap sendiri satwa yang berpotensi menyerang atau menggigit demi menghindari risiko cedera, terlebih ketika identitas dan karakter hewan tersebut belum diketahui secara pasti. (Jasmin)