Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Kesadaran itulah yang terus diperkuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui berbagai forum strategis tingkat nasional.


Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri Rapat Dewan Pengurus III Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 di Hotel Grand Sunshine Resort & Convention, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (31/7/2026).


Forum yang dihadiri jajaran Dewan Pengurus APKASI bersama para bupati dari berbagai kabupaten di Indonesia itu menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyelaraskan langkah pembangunan, sekaligus memperkokoh kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.


Bagi Bupati Egi, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi juga menjadi langkah nyata memperluas jejaring kerja sama serta memperkuat komunikasi antarpemerintah kabupaten demi menghadirkan pembangunan yang lebih berkualitas dan berpihak kepada masyarakat.


"Hari ini saya mengikuti Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Tahun 2026 di Kabupaten Bandung bersama jajaran pengurus dan para bupati dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Bupati Egi.


Menurut Egi, APKASI memiliki posisi strategis sebagai ruang bertemunya para kepala daerah untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah kabupaten. Dari forum tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Sejumlah isu penting menjadi pembahasan utama dalam rapat, mulai dari penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah yang dinilai memiliki peran besar dalam mendorong percepatan pembangunan di tingkat kabupaten.


"Kami membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan otonomi daerah, evaluasi program kerja APKASI, hingga kebijakan fiskal daerah agar pembangunan di kabupaten dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Egi.


Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sinergi yang erat dengan pemerintah pusat. Oleh karena itu, komunikasi yang intensif serta kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.


Bupati Egi berharap, hasil pembahasan dalam forum APKASI Tahun 2026 mampu memperkuat hubungan kemitraan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


"Semoga hasil pertemuan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta melahirkan kebijakan yang semakin mendukung kemajuan kabupaten di seluruh Indonesia," tutup Bupati Egi. (Jasmin)