Memasuki paruh kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi. Seluruh aparatur diminta membangun budaya kerja yang bergerak cepat, berpikir cerdas, dan bertindak tepat guna sebagai fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melalui Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan, Wahidin Amin, saat memimpin apel mingguan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Kalianda, Senin (20/7/2026).
Apel diikuti seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, PNS, PPPK, hingga jajaran Perumda Air Minum Tirta Jasa (Perseroda).
Dalam amanat Bupati, Wahidin Amin menegaskan bahwa memasuki semester kedua tahun anggaran, setiap perangkat daerah tidak hanya dituntut menuntaskan target program yang sedang berjalan, tetapi juga mulai menyiapkan fondasi pembangunan yang lebih kuat untuk Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, saat ini Pemkab Lampung Selatan bersama DPRD tengah membahas rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027. Tahapan tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembangunan daerah agar lebih efektif, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Wahidin meminta seluruh perangkat daerah menyusun setiap program dan kegiatan secara lebih cermat, berbasis data, selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, serta berorientasi pada hasil yang memberikan dampak nyata.
"Pastikan setiap anggaran yang direncanakan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, tepat sasaran dalam pelaksanaannya, dan memberikan manfaat yang nyata," ujar Wahidin.
Ia menegaskan, kualitas sebuah perencanaan bukan diukur dari banyaknya program yang disusun, melainkan dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Selain memperkuat kualitas perencanaan pembangunan, Wahidin juga mengingatkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan pemerintah terus meningkat. Karena itu, setiap ASN harus terus meningkatkan integritas, profesionalisme, disiplin, serta kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, setiap tugas yang diemban harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sehingga kehadiran pemerintah benar-benar mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
"Mari bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas, tetapi menghadirkan manfaat. Karena setiap keputusan yang kita ambil hari ini akan menentukan wajah Lampung Selatan di masa depan," katanya.
Pada kesempatan itu, Wahidin turut mengajak seluruh ASN membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan zaman dengan mengedepankan kecepatan, kecerdasan, dan ketepatan dalam setiap pelaksanaan tugas.
"Mari kita bangun budaya kerja yang bergerak cepat, berpikir cerdas, dan bertindak tepat guna. Cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat, cerdas dalam menghadirkan solusi, dan tepat guna dalam memanfaatkan waktu, anggaran, serta seluruh sumber daya yang kita miliki," tegasnya.
Melalui semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh ASN semakin memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen itu juga diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun APBD Tahun Anggaran 2027 yang lebih berkualitas, sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (Jasmin)