Menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan dengan mobilitas orang serta kendaraan yang tinggi membutuhkan sistem pengawasan yang terintegrasi. Untuk itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni menerapkan sistem pengendalian akses berlapis guna memastikan seluruh aktivitas di kawasan operasional berlangsung aman, tertib, dan sesuai peruntukannya.


Langkah tersebut dilakukan melalui identifikasi orang dan kendaraan, pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan ketentuan keselamatan bagi pihak yang berkepentingan di area operasional Pelabuhan Bakauheni.


General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, mengatakan pengendalian akses merupakan bagian penting dari tata kelola kawasan pelabuhan. Sistem ini dirancang untuk memastikan setiap orang dan kendaraan yang beraktivitas di area operasional dapat dikenali, dikendalikan, dan diawasi sesuai ketentuan yang berlaku.


“Pelabuhan memiliki area dengan fungsi dan tingkat akses yang berbeda. Karena itu, setiap pihak yang berkepentingan untuk beraktivitas di kawasan operasional perlu memenuhi ketentuan yang berlaku. Sistem ini bukan sekadar mengatur keluar-masuk, tetapi memastikan aktivitas di kawasan berlangsung secara aman, tertib, dan terkendali,” ujar Partogi.


Dalam penerapannya, ASDP menggunakan sejumlah instrumen untuk mendukung pengendalian akses, baik bagi individu maupun kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.


Untuk akses perorangan, pass atau ID Card menjadi identitas bagi pihak yang memiliki kepentingan di area operasional. Sistem tersebut diperkuat dengan teknologi Face Recognition (FR) yang membantu proses identifikasi individu secara digital.


Sementara itu, pengendalian kendaraan dilakukan melalui penggunaan stiker dan platform sebagai bagian dari proses identifikasi serta verifikasi. Stiker berfungsi sebagai penanda bahwa kendaraan telah terdaftar dan memiliki akses sesuai zona yang diperuntukkan, sedangkan platform mendukung proses pengenalan dan verifikasi kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan.


Menurut Partogi, setiap instrumen memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun sistem pengendalian akses yang terintegrasi.


“ Masing-masing instrumen memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi. Pass dan Face Recognition mendukung identifikasi orang, sementara sticker dan platform mendukung identifikasi kendaraan. Keseluruhannya merupakan bagian dari sistem pengendalian akses kawasan,” jelasnya.


Melalui mekanisme tersebut, pengaturan akses tidak hanya berfokus pada proses masuk dan keluar, tetapi juga memastikan kesesuaian identitas, kendaraan, dan zona aktivitas dengan ketentuan operasional yang telah ditetapkan.


Selain identifikasi orang dan kendaraan, ASDP juga menempatkan aspek keselamatan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pengendalian akses.


Setiap pihak yang memiliki kepentingan untuk memasuki dan beraktivitas di area operasional, selain pengguna jasa yang akan menyeberang, diwajibkan menggunakan helm keselamatan (safety helmet) serta rompi keselamatan (safety vest) sesuai ketentuan.


Penggunaan perlengkapan tersebut bertujuan mendukung keselamatan individu sekaligus membantu memastikan pihak yang berada di kawasan operasional dapat dikenali berdasarkan aktivitasnya.


Penerapan ID Card, Face Recognition, stiker kendaraan, platform identifikasi, dan perlengkapan keselamatan menjadi satu kesatuan dalam mekanisme pengendalian kawasan. Sistem tersebut diperkuat dengan pemantauan serta pengaturan area berdasarkan fungsi dan tingkat akses masing-masing.


Partogi menegaskan, penerapan sistem berlapis diperlukan untuk menciptakan kejelasan mengenai pihak yang berhak mengakses kawasan, kendaraan yang diperbolehkan beroperasi, serta persyaratan yang wajib dipenuhi selama berada di area pelabuhan.


“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kawasan pelabuhan yang aman, tertib, dan terkendali sekaligus mendukung kelancaran operasional. Kepatuhan terhadap sistem akses dan ketentuan keselamatan merupakan bagian dari tata kelola pelabuhan dan tanggung jawab bersama,” tambah Partogi.


ASDP Cabang Bakauheni terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan penerapan sistem pengendalian akses bersama pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan aturan di lapangan berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Sebagai salah satu simpul utama penyeberangan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, Pelabuhan Bakauheni memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi kendaraan, serta kelancaran arus logistik.


Karena itu, penguatan tata kelola kawasan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran pelayanan.


Melalui sistem pengendalian akses berlapis, ASDP berkomitmen memperkuat Pelabuhan Bakauheni sebagai kawasan operasional yang aman, tertib, teridentifikasi, dan terkendali. Penerapan sistem ini diharapkan mampu mendukung operasional pelabuhan yang semakin efektif sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan penyeberangan bagi masyarakat. (Jasmin)