Sebanyak 150 pelajar di SDN 3 Way Urang kini tak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga mulai mengenal cara mengelola uang sejak dini. Mereka resmi memiliki rekening tabungan sendiri melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar yang diluncurkan, Kamis (9/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi dan kemandirian finansial sejak usia sekolah.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan bahwa program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kepemilikan rekening sejak dini akan membantu pelajar mengenal sistem keuangan formal sekaligus membentuk kebiasaan menabung secara disiplin.
“Program yang kita luncurkan hari ini adalah langkah strategis yang disinergikan oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lampung Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Lampung dalam rangka mendorong inklusi keuangan,” ujar Syaiful.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta pihak sekolah diharapkan dapat berjalan beriringan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelajar.
“Supaya program ini berjalan optimal, diperlukan koordinasi lintas sektoral. Saya harap semua pihak dapat berperan aktif,” katanya.
Syaiful juga mengingatkan para siswa agar tidak sekadar memiliki rekening, tetapi memanfaatkannya sebagai sarana belajar mengelola keuangan secara nyata.
“Jadikan rekening tabungan ini sebagai tempat belajar, menabung secara rutin, dan menyiapkan masa depan sejak sekarang,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan OJK Provinsi Lampung, Imam Ghazali, menyebut program tersebut sebagai bentuk edukasi keuangan praktis yang sangat penting dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Ia menilai keterlibatan sekolah, OJK, dan perbankan menjadi kunci dalam meningkatkan literasi sekaligus inklusi keuangan di daerah.
“Saya yakin kolaborasi ini akan melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan, sekaligus membentuk kedisiplinan dan kemandirian finansial sejak dini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Lampung Selatan, Mahat Santoso. Ia menjelaskan, program ini tidak hanya memperluas akses keuangan, tetapi juga menanamkan budaya menabung di kalangan pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut turut dilengkapi dengan edukasi langsung mengenai praktik menabung, sehingga siswa dapat memahami manfaatnya secara konkret.
“Melalui program ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki pemahaman finansial yang baik dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” kata Mahat.
Dengan peluncuran program ini, Pemkab Lampung Selatan berharap kebiasaan menabung dapat tumbuh sejak bangku sekolah, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat di masa depan melalui generasi yang lebih melek finansial. (Jasmin)