Malam di Lapangan Korpri, Kompleks Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (8/8/2026), terasa berbeda. Di atas panggung, suara-suara terbaik dari berbagai kecamatan bergema, bukan sekadar untuk mengejar gelar juara, tetapi juga membawa pesan kebaikan melalui lantunan musik religi.
Sebanyak 12 talenta terbaik mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan mereka dalam Grand Final Lomba Bintang Vokalis Pop Religi Tahun 2026, yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni Qosidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan.
Mereka merupakan para finalis yang berhasil melewati proses audisi ketat dari total 51 peserta. Sebelumnya, seluruh peserta mengikuti audisi di Aula PKK Kabupaten Lampung Selatan. Dari setiap cabang lomba kemudian dipilih tiga peserta terbaik untuk melaju ke babak grand final.
Para finalis berasal dari kategori Bintang Vokalis dan Pop Religi, yang terbagi dalam kelompok usia remaja dan dewasa.
Namun, malam itu bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara.
Setiap penampilan menjadi gambaran bagaimana musik dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, percaya diri, berkreasi, sekaligus menyampaikan nilai-nilai keagamaan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka.
Mewakili Bupati Lampung Selatan, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Darmawan, mengapresiasi DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan yang telah menghadirkan ruang kreativitas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, lomba tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mencari pemenang.
“Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya menentukan siapa yang terbaik dalam sebuah perlombaan. Lebih dari itu, ini merupakan ruang untuk mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, menumbuhkan kreativitas, sekaligus menyampaikan nilai-nilai keagamaan melalui seni yang dekat dengan generasi muda,” ujar Darmawan.
Ia mengatakan, generasi muda saat ini tumbuh dalam perubahan yang berlangsung begitu cepat. Karena itu, mereka membutuhkan ruang yang mampu mendorong prestasi sekaligus memperkuat karakter, moral, dan kreativitas.
Dalam konteks tersebut, seni dan budaya dinilai memiliki peran strategis. Musik religi, kata Darmawan, dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan dengan pendekatan yang kreatif dan lebih mudah diterima generasi muda.
“Melalui musik religi, nilai-nilai keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda. Karena itu, ruang-ruang kreativitas seperti ini harus terus kita jaga dan kita kembangkan,” katanya.
Ketua Umum DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Lampung Selatan, Bella Jayanti, menyebut grand final sebagai puncak dari perjalanan panjang yang telah dilalui para peserta.
Dari proses audisi, latihan, hingga persiapan menghadapi panggung final, para peserta telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi untuk memberikan penampilan terbaik.
“Hari ini adalah puncak perjuangan, latihan keras, dan dedikasi yang telah dilaksanakan oleh seluruh peserta. Hari ini telah berdiri 12 grand finalis yang siap bersinar di panggung,” ujar Bella.
Ia mengaku bangga melihat kualitas para finalis yang dinilai semakin berkembang, baik dari aspek vokal, teknik bernyanyi maupun penghayatan ketika membawakan lagu-lagu religi.
Antusiasme peserta juga menjadi tanda bahwa seni, syiar, dan dakwah melalui musik memiliki ruang yang semakin terbuka di Kabupaten Lampung Selatan.
“Saudara telah membuktikan bahwa seni, syiar dan dakwah lewat nada di Kabupaten Lampung Selatan tumbuh subur dan telah melahirkan talenta-talenta yang luar biasa,” katanya.
Bella pun memberikan pesan khusus kepada para finalis. Ia mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan predikat juara sebagai satu-satunya tujuan.
Sebab, menurutnya, kemampuan bernyanyi yang dimiliki para peserta dapat menjadi jalan untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.
“Bernyanyilah dengan hati. Jangan hanya berpatok pada predikat juara, tetapi sampaikan setiap bait lagu sebagai bentuk ibadah dan syiar kebaikan kepada para pendengar,” pesannya.
Grand final Bintang Vokalis Pop Religi 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar panggung kompetisi.
Di tempat itu, seni bertemu dengan kreativitas. Musik bertemu dengan nilai-nilai keagamaan. Dan para talenta muda mendapat ruang untuk menunjukkan bahwa kemampuan yang mereka miliki dapat digunakan bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk memberi warna positif bagi lingkungan sekitarnya.
Dari 51 peserta, tersaring 12 finalis terbaik. Angka tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa potensi talenta di Kabupaten Lampung Selatan terus tumbuh dan membutuhkan ruang untuk tampil, berkembang, serta mendapat apresiasi.
Sebab pada akhirnya, kemenangan tidak selalu diukur dari piala yang dibawa pulang.
Ada keberanian ketika seseorang berani berdiri di atas panggung. Ada proses panjang di balik setiap nada yang dinyanyikan. Dan ada pesan kebaikan yang dapat terus hidup ketika musik tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi menjadi medium untuk menginspirasi.
Dari panggung Lapangan Korpri malam itu, 12 talenta terbaik Lampung Selatan tidak hanya bernyanyi.
Mereka sedang menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jalan untuk berkarya, berdakwah, dan menebarkan kebaikan. (Jasmin)