Hindari Pemalsuan Hasil Rappid Test, PT Angkasa Pura Manfaatkan Aplikasi Integrasi.

Nasional
Tools
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

22:37:45 DBFMRadio.id : Jakarta - Pasca libur lebaran, PT Angkasa Pura Airport mencatat terjadi  kenaikan traffic  25 -  35%, dan saat ini  ini sudah  di atas 50%. Kenaikan tersebut sangat merepotkan  pelayanan kesehatan di Bandara  yang dilakukan pemeriksaan kesehatan,  terutama dokumen sebelum penumpang itu melakukan proses lanjutan di bandara.

"Nah ini yang harus kita selesaikan,  supaya tidak terjadi penumpukan di pusat layanan kesehatan. Hal ini juga merupakan satu simplifikasi alur proses yang dilakukan oleh penumpang pesawat udara,  yang tadinya ada dua  aplikasi pedulilindungi dan juga ada electronic Health Alert Card (eHac),  kita gabungkan jadi satu untuk memudahkan pengguna jasa." Ujar Direktur Operasional PT Angkasa Pura I (Persero) Wendo Asrul Rose, Konferensi Pers Integrasi Aplikasi Layanan Kesehatan Transportasi Udara, Minggu (4/7/2021) malam.

Aplikasi ini kata Wendo Asrul, juga untuk memastikan dokumen kesehatan yang diterbitkan ini telah terafiliasi atau terkontrol dengan baik, di mana semua nanti hasilnya akan di-upload oleh satu sistem yaitu database yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan.

"New All  Record, data akan terkumpul,  jadi tidak akan  ada lagi pemalsuan dokumen seperti hasil rappid test dan PCR" Katanya.

Kemudian, proses berikutnya mengintegrasikan antara proses check-in dengan pemeriksaan dokumen kesehatan,  di mana ada pemeriksaan ID dan tiket melalui aplikasi yang memuat data mengenai vaksinasi dan hasil PCR penumpang, Jika semua dokumen muncul di aplikasi,  penumpang dinyatakan layak terbang.

Kemudian tahap berikutnya adalah Boarding pass,  yang juga diintegrasikan dengan sistem. Boarding pass hanya bisa diterbitkan bila semua persyaratan ini bisa dipenuhi,  namun kalau salah satu dari persyaratan ini tidak bisa dipenuhi maka by  sistem boarding pass tidak bisa diterbitkan.

Disamping itu, PT Angkasa Pura  juga meningkatkan kapasitas bandara, dalam mengimplementasi protokol kesehatan.

"kita mengurangi antrian yang terjadi saat ini dan ini juga meningkatkan slot time dari arahan operator, misalnya  di bandara Ngurah Rai kita slot timenya  18,  dengan dengan sistem terintegrasi ini,  diharapkan bisa naik jadi 24-25 slot time dengan  tetap  memperhatikan protokol kesehatan" rinci Wendo Asrul.

Perkuat PPKM Darurat.

Pada kesempatan yang sama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan,  Upaya-upaya untuk meningkatkan layanan selalu dikordinasikan dengan cepat, oleh karenanya kolaborasi antara 4 Kementerian.

"Kami  membuat satu aplikasi pedulilindungi dan  electronic Health Alert Card (eHac), yang pertama kita  gunakan di  bandara Sukarno Hatta dan Ngurah Rai Bali dan kita harapkan bisa memperkuat pelaksanaan dari masa PPKM Darurat ini." Ujar Menhub.

Dalam pengecekan kesehatan, lanjut dia,  dilakukan secara ketat untuk memastikan penumpang pesawat benar-benar dalam keadaan sehat.

"tetapi juga saya minta kepada para operator melakukan dengan teliti, check and rechek  karena kadang kala ada new commer  yang belum terlalu  pandai" ingat BKS.

Oleh karenanya, Budi Karya Sumadi minta  sedapat mungkin aplikasi ini jangan terlalu complecated, agar bisa dipakai untuk menunjukkan bukti test Kesehatan, baik Swab antigen, PCR dan vaksinasi yang memastikan validnya test tidak bisa dipalsukan.

Selama ini, penumpang sebelum berangkat harus menunjukkan hard copy yang tentu saja menimbulkan antrian, belum lagi adanya pemalsuan hasil test yang berujud hard copy. Dengan adanya aplikasi yang terintegrasi, diharapkan tidak akan ada antrian yang menimbulkan kerumunan,  disamping juga mencegah pemalsuan hasil test Kesehatan.

"Aplikasi ini juga dapat menguatkan mekanisme tracking dan testing, yang bertujuan untuk melindungi penumpang pesawat udara dari resiko penularan covid 19." Tegas Budi Karya Sumadi

Selama ini kondisi dan sinergi dengan para operator maskapai penerbangan sudah berjalan baik, dan inilah salah satu hasil kolaborasi antara Kemenkes, Kementerian BUMN, Kominfo dan Kemenhub.

Dalam pada itu, Menkominfo Jhoni G Plate mengatakan, sebagai upaya untuk menekan lonjakan kasus covid 19,  pada masa PPKM DARURAT ini, Kemenkominfo telah melakukan beberapa langkah, yakni pemantauan  infrastruktur telekomunikasi secara ketat, optimalisasi pemanfaatan platform dan aplikasi digital,  serta peningkatan utilisasi aplikasi pedulilindungi.

Saat ini bersama dengan Kemenkomarves, Kementerian Kesehatan, KPCPEN, Satga covid 19, juga telah menyiapkan media center  PPKM Darurat.

"untuk menyampaikan  perkembangan kebijakan kepada masyarakat dan penjelasan kepada  masyarakat,  atas banyaknya  informasi keliru  yang membingungkan masyarakat,  padahal kita perlu menjaga kenyamanan perlu menjaga percaya dirinya masyarakat sehingga kuat menghadapi pandemi Covid 19 ini." Kata Jhoni G Plate menjelaskan.

Kemenkominfo juga melakukan Pemantauan Traffick internet melalui monitoring Base Transceiver Station (BTS), merefleksikan pergerakan dari masyarakat  diberbagai wilayah.

"Pemantauan ini sebagai acuan  untuk memastikan bahwa masyarakat tetap ada dirumah sekaligus menertibkan titik titik wilayah yang mengindikasikan kerumunan." lanjut Menkominfo, seraya menjelaskan
Pemantauan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas service layanan operator seluler guna memastikan layanan yang optimal.  Sehingga aktivitas masyarakat  diruang digital dapat berjalan dengan baik dan lebih optimal.(db-ytbkmkmnf-aap).