Kerjasama Dengan LPDP Kemenkeu, Kemendikbud Luncurkan Program Kampus Mengajar.

Nasional
Tools
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

DBFMRadio.id : Kalianda - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyelenggarakan program Kampus Mengajar.

Kampus Mengajar ini merupakan bagian dari Kampus Merdeka, memanggil mahasiswa dari seluruh program studi dan perguruan tinggi di Indonesia untuk berkontribusi, membuat perubahan, sambil mengembangkan diri.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan, program Kampus Mengajar bertujuan agar Mahasiswa lebih memahami kondisi sosial masyarakat, diharapkan setelah lulus mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi atas segala permasalahan bangsa.

"Tujuannya (Kampus Mengajar) Mahasiswa lebih memahami kondisi sosial dimasyarakat, agar dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa" ujarnya pada peluncuran program Mahasiswa Mengajar melalui Zoom meeting, Selasa (9/2/2021).

Dikatakan Rionald, salah satu prioritas pembangunan adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkonsolidasi yang baik dan didukung dengan anggaran yang tepat sasaran, sehingga terjadi produktifitas tenaga kerja melalui program yang jelas dan terukur.

Pada forum yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam mengatakan ada insentif yang jumlahnya dapat membantu mahasiswa selama menempuh pendidikan di kampus dan program Kampus Mengajar ini mengajak mahasiswa bisa mengajar di wilayah 3T (terdepan, tertinggal dan terluar).

Namun, bagi mahasiswa yang nanti terpilih melalui program ini bisa mendapat bantuan pendidikan hasil kerjasama Kemendikbud dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), hingga Rp. 2,4 juta.

"Bantuan biaya hidup Rp 700 ribu per bulan dan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal sebesar Rp 2,4 juta, namun besarannya tergantung uang kuliah di masing-masing perguran tinggi," kata Nizam.

Bantuan UKT, terus Nizam, maksimal sebesar Rp 2,4 juta, sudah diperhitungkan matang dan diharapkan bisa membantu memfasilitasi pendidikan para mahasiswa.

"Keuntungan mengikuti Program ini, antara lain mendapat pengalaman untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan mengembangkan diri di luar kelas kuliah, berkontribusi dan berdampak langsung bagi pendidikan Indonesia, serta mendapatkan konversi SKS sampai dengan 12 SKS, bantuan potongan UKT, dan bantuan biaya hidup." Urai Nizam.

Sementara untuk pendaftaran, 9 s/d 21 Februari dan seleksi 22 Februari-12 Maret 2021. Pembekalan pada 15 s/d 21 Maret, penugasan pada 22 Maret s/d 25 Juni, penarikan Mahasiswa pada 26 Juni dan transfer SKS di Perguruan Tinggi pada 5 s/d 11 Juli 2021.(db-aap).